Social Icons

Sabtu, 31 Desember 2011

Kemiskinan Indonesia? I hope, it won't be happened in 2012


Banyak orang yang mengakui bahwa mereka adalah bangsa Indonesia yang miskin. Para petinggi negara tidak perduli dengan keadaan rakyat jelata. Tak perduli dengan kemiskinan, kelaparan, dan kekurangan gizi. Diberita-berita dikabarkan pertumbuhan kemiskinan pun semakin bertambah.

Hellloooooo................!!!!!!!!!!!!! apa kbar dengan orang Indonesia yang mengaku bahwa mereka sulit untuk menghidupi dirinya dan keluarganya sehari-hari.

FAKTANYA !!!
Setiap hari libur, setiap hari peringatan besar, dan setiap hari yang mereka inginkan  untuk bahagia dapat mereka sulap sekejap saja menjadi hari yang menyenangkan dan mewah. Mengeluarkan uang sampai batas yang tak dapat diperhitungkan.

Bukti bahwa setiap hari peringatan besar jalanan macet

Bukti bahwa tingkat pembelanjaan masyarakat saat menjelang hari raya besar mencapai angka FANTASTIS

Bukti pembelanjaan gadget canggih selalu diiincar..[widih]

Bukti tingkat konsumsi masyarakat Indonesia tinggi, seperti
Pembelian kendaraan bermotor

Pembelian baju [mengikuti perkembangan fashion]

Belom lagi fenomena operasi plastik di kalangan masyarakat yang mulai mewabah (buat apa coba, ga mensyukuri apa yang udah Tuhan beri)
( maaf ya mba saya ijin minjem fotonya) :P 


Dan lain sebagainya...sampai-sampai saya malas buat membahasnya karena pernyataan TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA TINGGI LOH!! ,,,, KEHIDUPAN ORANG INDONESIA TAMBAH SUSAH LOH.....Bullshit semua itu...hayoh we Demo
bisanya Cuma mengomentari kekurangan orang , bukannya memperbaiki diri biar berguna buat orang lain dan tak termakan hasutan orang lain.
Saya pun insan yang tak luput dari salah dan kekurangan. Semoga tahun 2012 di masa yang akan datang kita tidak lagi menjadi robot dari hasutan dosa J

Minggu, 25 Desember 2011

Awali dengan hal yang bisa kita lakukan


Berawal dari keisengan yang membawa pada keseriusan
Berawal dari hobi dan menjadi kebiasaan
Berawal dari hal kecil menjadi hal yang besar
Berawal dari satu kelompok menjadi kelompok besar

Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam hati untuk bertanggungjawab pada hobi yang berawal dari keisengan, karena sampai saat ini masih ada tanggung jawab moral terhadap orang tua [ya..belajar, apalagi].

Namun setelah menjalani proses yang panjang, saya rasa saya terperangkap dalam hobi ini. Disini saya menemukan saudara, disini saya mendapatkan pengalaman, disini saya bertemu orang-orang hebat, dan disini lah saya dibentuk menjadi individu yang lebih baik lagi. Awalnya pun tak terbiasa dengan lingkungan baru, awalnya tak terbiasa memikirkan hal yang baru, dan awalnya tak terbiasa dengan tantangan baru.

Membosankan .. memang membosankan kalo setiap hari kerjaannya hanya kampus, rumah (anak kupu-kupu kata temen-temen saya) masa kuliah pulang, kuliah pulang.  Kehidupan kayak gitu mah monoton ga ada tantangannya. Akhirnya ada tempat dimana saya bisa ber-ekspresi, dimana saya menjadi seorang yang berbeda, dimana saya menemukan tempat untuk menatap dunia lebih luas (setidaknya tidak selebar daun kelor).

Perjalanan panjang dan proses yang tak mudah dan tak singkat, mengubah cara kami berpikir. Huft... di luar sana masih banyak yang belom kita lakukan, di luar  sana masih banyak orang-orang yang hebat dari diri kita, di luar sana masih ada kehidupan yang lebih menyedihkan dari hidup kita. Disinilah saya diajarkan untuk tidak berpikir sempit.  Bila kita berani untuk menatap hal baru yang lebih sulit dari yang kita alami, kita akan bertindak lebih bijak untuk diri kita dan juga orang lain. Tidak hanya menutntut untuk selalu diberi, tapi hal yang lebih baik daripada itu adalah memberi.

BERIKAN SESUATU YANG KITA BISA, BUATLAH DIRI KITA JADI LEBIH BAIK DENGAN MEMBERIKAN SESUATU YANG KITA BISA J


 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text