Untuk teman-teman yang sedang menempuh jenjang pendidikan perguruan tinggi, sedang merasakan masa-masanya bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Saat berkuliah lah yang membuat kita seharusnya berpikir lebih baik lagi alias berkembang. IQ kita tidak akan bernilai bila kecerdasan yang lainnya kita abaika, seperti EQ dan SQ.
Kecerdasan IQ di perkuliahan menuntut kita untuk dapat memahami setiap mata pelajaran yang diajarkan dan menyelesaikan tugas-tugas yang telah diberikan dosen kepada kita dengan baik. Dosen sebenarnya tidak menuntut kita yang macam-macam hanya saja mereka ingin kita untuk mengikuti semuanya sesuai peraturan yang berlaku.
Kecerdasan EQ kita dapatkan dari kehidupan kita sehari-hari, mau di kampus atau pun di lingkungan bermain kita.Emosi yang terkendali membuat kita dapat memahami serta lebih peka dengan keadaan sekitar kita. Bahkan kita dapat membantu serta memahami karakter dan kondisi hati teman-teman kita.
Kecerdasan SQ, seberapa dalam pemahaman kita sebenarnya tentang suatu keyakinan dan berhubungan dengan Tuhan YME. Saya yakin setiap orang sesungguhnya memiliki keyakinan-keyakinan tentang nilai kebenaran, hanya saja terkadang kita memungkiri itu semua untuk kebahagiaan sesaat kita.
Pembahasan kali ini, saya sebenarnya ingin berdiskusi dengan teman-teman sekalian mengenai potensi KEAHLIAN VS KECERDASAN IQ berdasarkan pengalaman saya.
Kecerdasan IQ atau Intelligence memang kita butuhkan dan siapa sih yang ga ingin punya kemampuan yang satu ini. Kecerdasan IQ meliputi tingkat pemahaman akan teori-teori yang disampaikan serta pengaplikasiannya dalam kehidupan kita. Bila dalam pelajaran berbahasa, biasanya kita dituntut untuk lancar berbahasa, memahami setiap kosakata sampai struktur bahasa, belum lagi pengaplikasian dalam kehidupan berbisnis dengan bahasa. Bukan hanya kecerdasan IQ saja yang kita butuhkan dalam hal ini. Misalkan, kita diharuskan untuk melakukan persentasi di depan kelas, walau kita memahami sampai menguasai materi yang akan disampaikan, bila rasa malu atau takut untuk tampil di depan kelas, maka akan terjadi hambatan yang lainnya. Kita membuat diri kita tidak nyaman , kepercayaan diri kita menurun sehingga materi yang tadi kita kuasai bisa-bisa hilang begitu saja karena rasa takut kita.
![]() |
| Ndha-design |
Sedangkan keahlian khusus atau Skill kita dapatkan dalam kehidupan sosial kita. EQ dan SQ dapat membantu keahlian kita ini. Skill ini dapat kita tingkatkan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan kampus. Walaupun menghabiskan waktu, tenaga, bahkan keuangan hehehehe...Saya yakin dengan keahlian yang kita dapatkan dari kegiatan UKM di kampus dapat membekali suatu hal yang tak kita dapatkan dimanapun sebelumnya :)
Kesimpulan yang ingin saya sampaikan, sebenarnya teori tanpa praktek itu seperti kertas berisi catatan tanpa hasil, sedangkan Praktek tanpa teori terkadang seperti menjalankan harapan kosong. jadi kita sebaiknya menjalankan kedua-duanya secara bersamaan. Tidak ada yang merugikan selama kita yakin akan apa yang kita jalankan. Skill dan Intelligence seperti Kewajiban dan hak. seimbangkan keduanya semoga kelak kebahagiaan akan kita dapatkan sesuai dengan aturan yang ada.





0 komentar:
Posting Komentar