Ga kerasa, liburan satu minggu udah terlewat begitu saja. Kembali ke aktifitas sehari-hari deh. bergelut dengan manusia-manusia nyata, yang sulit ditebak keinginannya. Tapi ada satu tempat yang dapat membuat nyaman, tanpa harus merubah tampilan diri.
Lihat disudut kampus sana, ada satu tempat yang terlihat menyeramkan karena letaknya yang jarang dilalui oleh Mahasiswa kampus ini. Disana ada satu keluarga besar, walau kepentingan berbeda-beda, mereka belajar untuk dapat menerima satu sama lain.
Rasya si gadis Ceria dan Cuek, berjalan menuju sudut kampus. Tanpa ada keraguan dalam langkah kakinya, tanpa ada rasa terburu-buru untuk melewatinya.
Gadis muda ini lalu masuk ke suatu ruangan yang disebut rumah kedua setelah rumahnya.
belum ada siapa-siapa ni. Pada kemana ya?tumben banget mereka belum pada nyampe. Kejebak macet atau mungkin telat ya?
Sambil menunggu Rasya pun mengetik-ketik tombol yang terdapat dalam telepon genggamnya.
Pada dimana ni? Ini Rasya,sya nunggu di rumah ya!
Langsung saja Rasya mengirimkan pesan pada teman-temannya itu.
Karena merasa bosan menunggu teman-temannya berkumpul, Rasya membereskan kasur yang ada di rumah berukuran 3 x 3 m kubik itu.
Seketika setelah ia menarik nafas panjangnya dan sedalam-dalamnya, ia pun langsung terlelap dalam Dunianya. Disana ia melihat berbagai jenis manusia, wajahnya pun nampak jelas. Ada yang sedang bercanda-canda, bergosip ria, tapi ada seorang lelaki yang asik dengan dirinya sendiri.
Dalam mimpinya kali ini, ia merasa seperti nyata untuk menyentuhnya.
Lihat disudut kampus sana, ada satu tempat yang terlihat menyeramkan karena letaknya yang jarang dilalui oleh Mahasiswa kampus ini. Disana ada satu keluarga besar, walau kepentingan berbeda-beda, mereka belajar untuk dapat menerima satu sama lain.
Rasya si gadis Ceria dan Cuek, berjalan menuju sudut kampus. Tanpa ada keraguan dalam langkah kakinya, tanpa ada rasa terburu-buru untuk melewatinya.
Gadis muda ini lalu masuk ke suatu ruangan yang disebut rumah kedua setelah rumahnya.
belum ada siapa-siapa ni. Pada kemana ya?tumben banget mereka belum pada nyampe. Kejebak macet atau mungkin telat ya?
Sambil menunggu Rasya pun mengetik-ketik tombol yang terdapat dalam telepon genggamnya.
Pada dimana ni? Ini Rasya,sya nunggu di rumah ya!
Langsung saja Rasya mengirimkan pesan pada teman-temannya itu.
Karena merasa bosan menunggu teman-temannya berkumpul, Rasya membereskan kasur yang ada di rumah berukuran 3 x 3 m kubik itu.
Seketika setelah ia menarik nafas panjangnya dan sedalam-dalamnya, ia pun langsung terlelap dalam Dunianya. Disana ia melihat berbagai jenis manusia, wajahnya pun nampak jelas. Ada yang sedang bercanda-canda, bergosip ria, tapi ada seorang lelaki yang asik dengan dirinya sendiri.
Dalam mimpinya kali ini, ia merasa seperti nyata untuk menyentuhnya.



