Social Icons

Sabtu, 08 September 2012

IceCream's diary

Ga kerasa, liburan satu minggu udah terlewat begitu saja. Kembali ke aktifitas sehari-hari deh. bergelut dengan manusia-manusia nyata, yang sulit ditebak keinginannya. Tapi ada satu tempat yang dapat membuat nyaman, tanpa harus merubah tampilan diri.
Lihat disudut kampus sana, ada satu tempat yang terlihat menyeramkan karena letaknya yang jarang dilalui oleh Mahasiswa kampus ini. Disana ada satu keluarga besar, walau kepentingan berbeda-beda, mereka belajar untuk dapat menerima satu sama lain.
Rasya si gadis Ceria dan Cuek, berjalan menuju sudut kampus. Tanpa ada keraguan dalam langkah kakinya, tanpa ada rasa terburu-buru untuk melewatinya.
Gadis muda ini lalu masuk ke suatu ruangan yang disebut rumah kedua setelah rumahnya.
belum ada siapa-siapa ni. Pada kemana ya?tumben banget mereka belum pada nyampe. Kejebak macet atau mungkin telat ya?
Sambil menunggu Rasya pun mengetik-ketik tombol yang terdapat dalam telepon genggamnya.
       Pada dimana ni? Ini Rasya,sya nunggu di rumah ya!
Langsung saja Rasya mengirimkan pesan pada teman-temannya itu.
Karena merasa bosan menunggu teman-temannya berkumpul, Rasya membereskan kasur yang ada di rumah berukuran 3 x 3 m kubik itu.
Seketika setelah ia menarik nafas panjangnya dan sedalam-dalamnya, ia pun langsung terlelap dalam Dunianya. Disana ia melihat berbagai jenis manusia, wajahnya pun nampak jelas. Ada yang sedang bercanda-canda, bergosip ria, tapi ada seorang lelaki yang asik dengan dirinya sendiri.
Dalam mimpinya kali ini, ia merasa seperti nyata untuk menyentuhnya.

Minggu, 02 September 2012

IceCream's Diary

Langit ini hitam. Namun indah untuk dipandang, dihiasi oleh jutaan bintang dan sebuah bulan. Terkadang meteor melintasi lintasan yang telah dibuat oleh Sang Pencipta. 
Ku pejamkan mata tanpa ragu, merasakan hembusan angin berteman dengan suara-suara malam hingga aku tak merasa sendirian. Aku mulai menyelami imajinasi ku. Disinilah aku dapat bermain sepuas hatiku tanpa harus banyak aturan, bahkan tak seorang pun dapat melarangku dalam Duniaku. Semakin sering angin membisikan suaranya ditelingaku, semakin aku menyelam semakin dalam di imajinasi. Aku menarik nafas panjang, berusaha membuat diriku merasa lebih nyaman, dan semakin nyaman. Kurebahkan tubuhku diatas kasur alam, tempat para hewan beristirahat.
"Nyaman" kata yang terlintas dalam pikiran seorang anak perempuan bernama Rasya.
Terima kasih Allah. Kau telah menciptakan tempat ternyaman yang pernah ku kunjungi. Walau aku tak dapat sesering mungkin untuk datang kesini, setidaknya tempat ini telah membuatku benar-benar beristirahat dari  segala hal yang menjenuhkan di luar sana. Tempat ini, membuatku lebih dekat dengan-Mu.
Kau tahu? Sesungguhnya aku hampir menyerah pada setiap ujian yang Kau berikan. Dan saat aku benar-benar hampir menyerah, aku datang ke tempat ini untuk berdialog dengan-Mu. Aku merasa senang, seolah-olah Kau nyata. Kau mau menemaniku saat aku sendiri, Kau mau mendengarkan keluh kesahku saat aku tak tahu harus mengadu pada siapa, yang terpenting dari yang terpenting, Kau selalu menolongku keluar dari masalah yang aku hadapi saat aku benar-benar hampir jatuh.
Saat ini aku hanya benar-benar ingin menikmati kesunyian ini.
Disana, mungkin Kau sedang memperhatikanku. Tapi ijinkan aku bermalas-malasan sebentar disini, aku janji saat semua jiwaku telah berkumpul kembali, aku akan melakukan hal yang lebih baik lagi dari apa yang telah aku lakukan sebelumnya. (tentunya atas ijin-Mu).
Beberapa saat lagi ya Allah.

Gadis itu tertidur sejenak setelah ia berbincang-bincang. Gadis itu pun mengingatkan aku pada hal yang biasanya aku jumpai. Manusia memang makhluk sosial yang tak dapat hidup sendiri di Dunia ini. Tapi dari 24 jam waktu yang kita miliki dalam satu hari, dan ribuan jam dalam satu tahun. Manusia membutuhkan beberapa menit dalam hidupnya untuk berbincang dalam kesunyian dan kesendirian. 

IceCream's Diary
 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text