![]() |
| Sumber : alhasankusayang.wordpress.com |
Bhineka Tunggal Ika :
(dengan wajah yang ceria memperhatikan beberapa atribut yang dipakainya. Baju adat jawa, rok adat kalimantan, beberapa asesoris yang berasal dari berbagai macam daerah yang melambangkan keanekaragaman budaya di Indonesia. Tak lupa simbol bendera merah putih yang diikatkan di lengannya.) “ Selamat siang saudara-saudara sekalian. Tahukah anda siapa saya ini? Dari beberapa atribut yang saya pakai, saya harap anda sekalian dapat menebak siapa saya ini. Oh ya sebelumnya saya ingin anda-anda sekalian berkaca terhadap diri kalian sendiri. Apakah kalian sama? Siapakah diri kalian? Kalian berasal dari suku mana? Setelah kalian perhatikan diri kalian sendiri, sekarang perhatikanlah teman-teman disekitar kalian. Mulai dari muka, bentuk tubuh, logat bahasa, hingga sikap mereka. Hm...Indah bukan. Dari sekian banyak perbedaan, kita dapat berkumpul bersama di satu tempat tanpa ada perkelahian atau pun pertengkaran. Sejak dulu, Indonesia memang beraneka ragam. Itulah yang menjadikan negeri kita indah dan menyenangkan. Dari sabang sampai merauke, perbedaan inilah yang menjadikan kita kaya. Itu pula yang menjadikan saya selalu ingin tersenyum dengan perbedaan yang kita miliki. (tiba-tiba raut mukanya menjadi agak serius) hm....tidak! BUKAN SEPERTI ITU! Jangan ada perpecahan yang kalian perbuat dengan keegoisan kalian, kita ini satu, jangan hancurkan persatuan yang telah kita bentuk dengan susah payah, jangan nodai tangan kalian dengan darah sodara kalian sendiri. HENTIKAN ! (Bhineka terdiam, wajahnya tampak sedih. Perlahan-lahan terdengar suara musik lagu sabang sampai merauke. Wajahnya yang muram sedikit demi sedikit berubah menjadi bahagia. Dia bangkit dari tidurnya. Pelan...pelan, sambil ikut menyanyikan lagu) Indah bukan. Mengapa harus ada perpecahan? Kita ini tidak bodoh! Kita ini bangsa yang seharusnya menjadi panutan bagi bangsa lain. Perbedaan kita inilah yang seharusnya menjadi pemacu untuk lebih maju, sodara. Ingatkah kalian? Beratus-ratus tahun kita dijajah bangsa lain. Berapa banyak darah dan mayat yang telah berkorban demi kehidupan kita saat ini. Masih ingatkah kalian, apa makna dari Bhineka Tunggal Ika? Ya Bhineka Tunggal Ika itu artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua. Walaupun kita berbeda-beda suku, budaya, adat istiadat tapi kita punya satu tujuan yang sama yaitu untuk KEMERDEKAAN INDONESIA. Seharusnya perbedaan inilah yang menjadi pematik bagi diri kita untuk membuat api persatuan lebih besar lagi. Bangsa ini untuk kita bersama. Kita majukan tanah kita ini untuk anak cucu kita dikemudian hari, ajarkan lah kepada sodara-sodara kita, orang tua kita, anak cucu kita nantinya untuk merasakan keindahan dari perbedaan yang kita miliki. (Nada yang tinggi, merasa marah) Bukan jadi orang bodoh yang menjadi alat untuk penghancuran bangsa sendiri dan demi keuntungan suatu individu atau kelompok tertentu. Kita bodoh karena bangsa kita sendiri! Kita hancur karena dijajah bangsa kita sendiri! (nadanya turun dan kembali dengan sikap bijaksananya) Ayolah bangun para pemuda, hidup ini bukan hanya untuk kesenangan semata. Masa muda, jangan kita sia-siakan hanya dengan kebodohan. Bermain boleh, tapi bermainlah untuk kesenangan bersama. Lebih baik lagi kalau kita bersama bisa belajar bersama. Memperbaiki pondasi bangsa ini, harapan para pejuang di masa lalu. Mari kita jaga bersama bangsa ini. Sekali lagi, perbedaan ini bukan untuk mengancurkan. Tapi perbedaan ini yang membuat kita merdeka. SEMANGATLAH PARA PEMUDA, JANGAN BODOH KARENA HASUTAN, JANGAN BODOH HANYA KARENA PENGKHIANATAN, MUSUH YANG PALING BERBAHAYA ADALAH DIRI KITA SENDIRI KARENA DIRI KITA DIBIARKAN DIJAJAH PEMIKIRAN PARA INTELEKTUAL YANG MENGHANCURKAN. BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH.
Bhineka membalik badannya sambil duduk, muncullah sang Pancasila dengan memakai atribut seadanya dan mengikatkan kain berwarna merah putih di lengannya.
Pancasila :
(melihat keadaan sekitar, berputar-putar. Wajahnya tampak pucat melambangkan kepudaran pancasila di tengah masyarakat)(dengan suara getir, diiringi lagu INDONESIA RAYA) “ Pancasila. 1. Ketuhanan yang maha esa, 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3. Persatuan Indonesia, 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (terdiam) Semangat patriotisme yang dulu akui rasakan kini perlahan gugur ditelan jaman. Indonesia semakin hari semakin pintar, pintar ngeles, pintar membodohi, pintar menghasut, bahkan pintar untuk membuat perpecahan. Fiuh..Sebenarnya bukan untuk ini aku bertahan sampai saat ini. Para tetua terdahulu menitipkan ku dari generasi ke generasi, namun yang ku rasa dari tahun ke tahun, aku seperti tidak lagi berada dalam palung hati bangsa ku sendiri. Nilai-nilai yang tercantum dalam badan ku ini hanya seperti pajangan yang hanya dilihat sesekali saja oleh bangsaku. Aku ada karena kemerdekaan bangsa ku ini. Aku ada karena darah dan tubuh para pejuang. (dengan suara tegas) 1. Ketuhanan yang maha esa. Bahkan bangsa ku saat ini tidak lagi mengenal Tuhan, mereka tidak takut akan Tuhan YME, yang menciptakan mereka. Atheis bermunculan dimana-mana hanya karena alasan ‘kami sedang mencari jati diri kepercayaan kami’. Benarkah? 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Hm..Yang satu ini tampaknya telah dilupakan oleh pemerintah kita sendiri. Koruptor malah diberikan ruang gerak yang cukup luas seakan-akan tak ada yang dapat menghentikan mereka. Bahkan dengan uang HASIL JERIH PAYAH MEREKA MENIPU RAKYAT, mereka dapat mempermainkan panggung keadilan di Negeri ini. Sedangkan para rakyat yang malang, hanya karena sulit untuk mempertahankan hidup mereka. Mereka rela masuk penjara hanya karena mengambil semangka tetangga mereka. Belum lagi oknum-oknum yang menjual para remaja dibawah umur untuk dijadikan barang perdagangan internasional. Adilkah itu? Beradabkah mereka? 3. Persatuan indonesia. Bhinneka pun akan menangis dan geram bila melihat bangsa kita saat ini yang tak lebih terlihat seperti hewan. Darah bertaburan dimana-mana hanya karena perbedaan. Bukan kah perbedaan ini yang menjadikan kita bersatu! Bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan untuk Negeri ini! 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Mengertikan anda-anda sekalian dengan pernyataan ini? Coba..Jelaskan pada diriku. Rakyat saya sudah hilang kepercayaannya pada para penguasa, bagaimana bagian ke-4 dari tubuhku ini dapat mereka percaya. Sulit untuk dipercaya. 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. (terdiam lagi, mengambil kaleng yang berada dipinggir pintu masuknya, lalu menatap ke arah penonton) haruskah kalian menghapus ku dari sejarah? Pertanggungjawaban apa yang akan kalian lontarkan bila saja aku harus memudar bersama jaman yang tak dapat berkata. Generasi muda bersyukurlah karena kalian tidak perlu repot-repot menumpahkan darah kalian untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa ini. Tak perlu kalian merasa takut karena peperangan yang terjadi beratus-ratus tahun yang lalu, tak usah takut mati, tak usah takut karena tidak mendapatkan pendidikan yang layak kalian dapatkan, tak usah takut karena belum kawin. Ha,,ha,,ha,, (kembali serius dengan mimik mukanya) hanya saja aku ingin menyampaikan sesuatu hal pada kalian. Jagalah nilai-nilai yang tercantum pada tubuhku ini, ajarkanlah pada generasi selanjutnya dan camkan dalam hati kalian ! kalian tidaklah bodoh, kalian bukan alat untuk diperdaya bangsa asing tapi kalian adalah alat kemajuan bangsa ini yang berbudi pekerti luhur dan bersikap layaknya Intelektual yang sesungguhnya. (membelakangi penonton dan terduduk)
Setelah pancasila menyampaikan keresahannya muncullah Seorang perempuan dengan kain putih lusuh sambil meratapi dirinya. Dialah ibu pertiwi.
Ibu Pertiwi :
Aku lah sang ibu yang telah melahirkan pejuang-pejuang tangguh, rumah bagi tanah hijau, lautan luas, ibu yang telah melahirkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
ya.. akulah sang pertiwi.. Ibu pertiwi. Akulah tempat dimana langit menjulang luas dengan gagahnya, tanah hijau yang terhampar luas.. Tapi... itu hanya beberapa puluh tahun yang lalu.. sebelum akhirnya aku mulai menangis.. Tanahku... hancur, anak-anakku, anak bumi pertiwi, mereka yang telah susah payah menjaga dan melindungiku, kini berbalik menyerangku.
Aku yang dulu sangatlah bersih, putih asri.., kini dikotori oleh pengkhianatan-pengkhianatan anakku sendiri. Dulu memang aku pernah sangat menderita sekaligus bangga akan anak-anakku yang telah susah payah berjuang melawan ketidakadilan dari para bangsa kincir angin dan para manusia-manusia matahari dari timur hanya untuk membebaskanku dari kekangan para penjajah.. Hingga akhirnya salah satu anak pertiwi, sang proklamator membebaskan penderitaanku.
Ku pikir, penderitaanku akan berhenti seketika, ketika hak kebebasan pertiwi telah diploklamirkan. Tetapi aku salah.
aku yang dulu bersih dan asri, kini telah kotor.. bukan oleh kaum penjajah, melainkan dari anak-anakku sendiri. Aku kotor..kotor oleh korupsi yang diciptakan oleh bangsa sendiri, ketidakjujuran, kemiskinan, kesewenang-wenangan para pemimpin bangsa ini, perpecahan antar suku hingga menumpahkan begitu banyak airmata dan darah.. mengapa anakku?? Ada apa gerangan engkau terus menyakiti ibumu dengan keanarkisan?
Bukan kah engkau seharusnya menjagaku? Melindungiku? Mengapa kini aku merasa kalian hendak menghancurkan ku, menghancurkan ibu pertiwi?? Susah payah kuberikan kalian tanah subur, tempat untuk kalian berteduh dan tinggal dengan damai, tetapi mengapa kini seolah kalian anak-anak pertiwi ingin memusnahkanku?? Sampai kapan kalian akan terus membuatku menangis?
Bangunlah anakku, bangsa ini berdiri bukan untuk dijatuhkan... bangsa ini merdeka bukan untuk dijajah kembali oleh kebodohan dan kemiskinan.. Bangsa ini berdiri untuk dimakmurkan dan dibebaskan dari kehancuran.. Biarlah mereka yang kini mengaku para wakil anak pertiwi memimpin sesuka hati mereka, tapi ingat anakku.. kalian sebagai generasi muda harus memakai akal sehat kalian untuk melanjutkan perjuangan bangsa ini, buatlah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika kembali menemukan tempat dimana mereka harus berdiri dan kembali membentangkan sayap Garuda yang sudah lama tertidur.
Bangsa ini adalah tanah airmu, pusaka yang akan selalu mengalir didalam urat nadimu, terukir disetiap tulang rusukmu, dan akan selalu menjadi rumah bagimu setelah mengarungi perjalanan panjang sampai nanti kau menutup mata.





