Social Icons

Minggu, 11 Juni 2017

THINKING and FEELING is My Good Team


Pernah ga sih denger kalimat 
"Otak dan hati tu susah buat sejalan!"
Hm...What do you think? Menurut aku sih ga terlalu susah juga ya. Aku bersyukur punya otak dan hati yang bisa bekerja sama dengan baik (InsyaAllah). I think they are a good team. Really!! Mereka yang ngebuat aku bisa tenang  ngejalani hidupku, memperbaiki mood ku, mengalahkan ego ku, mengalahkan si "Pembohong" dalam diriku. They are such to accomplish each other! If they are fight, I will be in my silent for a long. Otak dan hati ku adalah CORE of my action, intention, and spoken.






Otak dan hati memang sering memiliki pendapat yang berbeda, hingga ga jarang buat aku blank. Oh ya, aku akan memperkenalkan kedua sahabat ku ini.
Otak ku bernama "THINKING" dengan karakter kuat dan keras yang mendominasi alam sadar ku. Karakternya yang terkadang terkesan bossy ngebuat ego aku diberi ruang untuk bertindak. Karakter lainnya, ia seorang yang perfeksionis, ambisius, tak mau mengalah, tapi ia juga yang membuka jendela informasi, analisis, perhitungan, dan pengingat yang baik, ia jarang mengeluh dan berpikir dari sudut objektif.
Sedangkan temannku yang lain, si Hati bernama "FEELING" dia lebih sering tertidur dan menguasai alam bawah sadarku. Kalo dia terbangun, dia suka buat moody, baper, haus perhatian. Tapi dia lah pemimpi yang mendorongku untuk maju meraih mimpi. Pemimpi yang selallu optimis, egois, cengeng, bertoleransi, dan mengingatkan ku akan sebuah harapan dan jawaban dari hal yang ku butuhkan, bukan hanya diinginkan. Ia yang menyadarkanku untuk mendekatkan diri pada Allah, pencipta seluruh alam dan isinya. FEELING hanya terbangun sesekali saja karena ia sering merasa lelah dan lemah untuk menghadapi kenyataan. Dan disinilah ada THINKING yang bertugas selagi feeling  tertidur.

"We are created not to life alone, but life to be a team"

Bukan hanya THINKING dan FEELING yang harus bekerja sama. Karena kerja sama akan menghasilkan rasa damai, aman, serasi, dan selaras untuk menjalani kehidupan.

THINKING mengambil alih saat aku berkomitmen dengan PROFESIONALITAS (bahasa santainya tanggung jawab) karena tanggung jawab itu ga mudah kalau dibawa BAPER. Jadi THINKING siap-siap pasang kuping lebar, muka tebal, dan berbagai teori objektif tentang bekerjasama dengan pikiran orang lain di luar sana. Dia juga ga akan neko-neko bila ada sesuatu yang tak pantas ia terima atau dimintai pendapatnya. Sesekali ia mengetuk pintu rumah FEELING untuk membantunya menekan EGO, membesarkan hati nya saat ambisinya tak tercapai dan mengingatkan nya bahwa masih ada sisi kemanusiaan yang harus ia hargai.

FEELING akan terbangun saat semua tanggung jawab yang dikerjakan THINKING telah selesai. Saatnya LOGIKA beristirahat tapi bukan berarti ia tertidur lelap, ia masih setengah tersadar untuk memastikan kondisi FEELING baik-baik aja. (so proud of you THINKING). FEELING berusaha untuk membuat suasana disekitarnya berjalan menyenangkan, mengekspresikan suasana jiwanya, dan menjadi sahabat terbaik bagi si pencerita curhatan. FEELING tidak akan men-judge lawan bicaranya. Sisi lemah FEELING yang sama sekali ga boleh muncul adalah membuka lebar-lebar pintu hatinya (dalam kasus ini bisa dibilang trust). Karena saat ia sangat mempercayai orang lain, dia ga akan peduli seberapa besar kesalaha yang dilakukan orang tersebut. Disinilah waktunya FEELING untuk berdiskusi dengan THINKING. THINKING akan memberikan banyak kemungkinan terburuk sampai terbaik sehingga FEELING dapat mempertimbangkan semua langkahnya. 

THINKING dan FEELING tidak harus terus berdebat, mereka hanya perlu diskusi untuk menentukan hal yang akan dilakukan.

So that's a bit part of their story. I hope you'll understand about their story

Hidup ini ga selamanya lurus, dan jangan terlalu lama hidup dalam jurang yang gelap. Hidup ini seimbang, tidak harus ada pertengkaran yang memecahkan kedamaian.





0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text