Suatu
malam di atap sebuah gedung berteman hujan bintang dan cahaya lampu kota.
Tempat ini begitu sepi tapi di sekelilingnya keramaian begitu terasa. Hanya ada
satu manusia dan malaikat penjaganya
Zany
Aku tahu tugasmu untuk menjagaku. Selama
ini aku memang merasa kesepian walau aku dapat membuat mereka tertawa, mereka
ga tahu perasaanku yang sebenarnya. Sementara kau! Kau tiba-tiba datang begitu
saja! Menawarkan diri untuk menemaniku kemana saja aku mau, setiap aku kesepian
kau berusaha untuk membuatku kembali tertawa Razor!
Razor
(guardian angel)
Itu memang tugasku Zan! Tugas setiap
malaikat penjaga adalah untuk membuat perasaan client-nya tetap terjaga. Kami, para malaikat penjaga, selalu ada
untuk umat manusia yang mempercayai keberadaan kami. Mimpi, harapan, hingga
cita yang selalu mereka yakini bahwa hal tersebut akan menjadi nyata, membuat
kami menampakan diri kami pada orang-orang itu.
Zany
Aku masih mempercayai harapan dan mimpi,
masih sama seperti saat aku masih bocah dulu. Tapi di usiaku saat ini, aku
merasakan kesepian! Entah apa yang kurang? Secara rasional aku tak kekurangan
apa-apa Razor. Aku masih mempunyai keluarga yang lengkap, masih memiliki
teman-teman yang peduli, masih ada sodara-sodara yang masih dapat diajak
bertengkar dan bercanda. Haha sungguh menyenangkan bukan!?
Razor
Perasaan yang kau rasakan itu
memang tak ada kurang sedikit pun Zan. Fiuh .. Awalnya pun aku merasa aneh
dengan Tuhan yang mengirimkan ku untukmu. Kau ingat? Di awal pertemuan kita?
Kau begitu menyebalkan! Bahkan aku sendiri tak tahu apa kekuranganmu. Kau
terlihat ceria, terlihat tak memiliki beban, dan kau begitu percaya akan
pertolongan Tuhan. Lalu apa yang harus aku lakukan lagi?
Zany
(suara zany kembali melemah, terdengar
sangat sedih) Ada satu yang kurang, tapi aku tak tahu apa itu? Kau dapat
memberitahu ku, Razor?
Beberapa saat suara Razor tak terdengar.
Mereka berdua tak mengeluarkan suara sedikit pun. Suara keramaian menjadi suara
latar dari percakapan kebisuan mereka. Hingga akhirnya Zany menangis. Tangisan
Zany menyayat hati Razor sang malaikat.
Razor
Sudah Zan, tak usah kau menangis lagi!
Tak ada yang perlu untuk ditangisi. Kau hanya sedang bingung. Dan sekarang kau
pun membuat aku bingung Zany!
Zany
Beritahu aku apa yang aku butuhkan saat
ini???
Razor
kau butuh cinta Zany. Kau
butuh cinta yang dapat menemanimu saat kau kesepian, kau butuh cinta untuk
mendengarkan cerita mu, dan kau butuh cinta yang dapat membimbingmu memahami
hidup yang tak mudah.
Zany
Tapi Rizal tak mau menoleh sedikit pun
padaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Razor
Kalau ada orang yang menyayangimu
setulus hatinya, apa kau mau menerimanya?
Zany
(wajahnya berubah menjadi
terheran-heran, wajah penuh pertanyaan yang tersirat di wajah Zany) Orang lain?
Siapa? Apa aku mengenalnya?
Razor
Seberapa berharganya Rizal buatmu?
Selama ini dia tak pernah menanggapimu lebih dari yang kau rasakan padanya. Kau
hanya seperti serpihan kayu bekas yang terserut oleh tukang kayu. Kau hanya dianggap
teman biasa olehnya Zan. Sadarlah Zan, kau lebih pantas mendapatkan orang yang
lebih baik dari Rizal.
Zany
Siapa orang itu?
Razor
Kau benar-benar ingin mengetahuinya Zan?
Zany
(hanya menganggukan kepala tanda dia tak
mengerti apa yang dikatakan oleh Razor)
Razor
Siapa yang kau anggap berharga buatmu
Zan? Siapa yang selalu ada untukmu? Coba kau renungkan Zan!
Zany
Orang
yang berharga untukku, keluarga ku, teman-teman ku. Siapa lagi? Yang
selalu ada untukku? Ku rasa tak seorang pun
Razor
Serius Zan !
Zany
Baiklah aku serius, aku tak tahu, Razor
Razor
Kau sungguh-sungguh tak tahu! Baiklah,
pertama-tama kau harus siap terhadap apa yang akan kau dengarkan ini ya
Zany
Aku siap!
Razor
Kau takan berubah sedikit pun dengan
orang yang akan ku sebutkan ini Zan
Zany
Aku janjii, aku takan berubah sedikitpun
terhadapnya dan kau adalah saksinya, Razor
Razor
Benar? Kau akan menjaga janjiimu ini ya
Zan
Zany
] Razorrrr!!!!!!! Tak usah berlama-lama
untuk mengulur waktu ku, Razor.
Seketika suara mereka berubah
menjadi lelucon dan becandaan yang membuat mereka mencairkan suasana tegang
sebelumnya. Menyenangkan! Inilah yang seharusnya terjadi, tak perlu terlalu
lama untuk berserius yang membuat tegang otak dan otot anak manusia.
Razor
Baiklah, cukup hentikan! Aku sudah cukup
lelah. Siapkan dirimu Zan!
Zany
Ok..Siapa orang yang beruntung itu?
Razor
Tak usah GeeR, Zan, seharusnya kau yang
merasa beruntung mendapatkannya.
Zany
Terserah kau, Razor. Aku hanya ingin tau
siapa secret admirer ku itu (dengan
wajah penuh pengharapan dan senyuman yang terlihat memaksa)
Razor
Dia adalah Razor, Malaikat penjagamu
Zany
Jangan bercanda, aku takan terpancing
oleh guyonan mu itu Razor
Razor
Aku serius Zany!
Zany
Sekali lagi aku katakan padamu, AKU
TAKAN TERPANCING OLEH PERNYATAANMU ITU. Kau sedang bercanda kan, bercandamu ini lumayan lucu. Aku terhibur.
Hahahaha.....
Razor
Jadi kau tak percaya padaku? aku sedang
tak bercanda Zan! Tatap mataku kalau kau tak percaya
Seketika wajah serius Razor membuat
Zany terdiam, waktu seolah terhenti dengan apa yang mereka lakukan. Zany tak
percaya akan apa yang didengarnya, sedangkan Razor tak tahu dosa apa yang telah
ia perbuat. Seketika itu pula Zany melepaskan tatapan matanya terhadap tatapan
mata Razor. Dan dia melepas tawa penuh kebingungan.
Zany
Sejak kapan kau merasakannya Razor? Aku
sungguh tak percaya, peristiwa apa yang telah membuat kita dipertemukan. Aku
tahu segala hal tentangmu, hingga aku tahu larangan yang ada di duniamu.
Ini.....Tak mungkin terjadi kan?
Razor
Kalau aku telah melakukan dosa, mungkin
ini adalah dosa terindah yang pernah ku lakukan. Aku tak menyalahkan Tuhan,
karena Ia telah mempertemukan aku denganmu. Aku lebih tersiksa dengan perasaan
yang ku bawa ini bila kau tak mengetahuinya, Zan.
Mereka duduk berdampingan malam itu.
Hujan bintang, suara gema memanggil Tuhan, hingga suara alam serasa menemani
mereka di malam yang tak dapat terlupakan itu. Mungkin malam itu akan menjadi
malam perpisahan mereka untuk selamanya antara “Manusia dan Guardian Angel”
Razor
Zan, mungkinkah aku salah dengan apa
yang telah ku sampaikan padamu? Apa salah bila seorang malaikat penjaga
mencintai dan menyayangi seorang manusia yang dijaganya? Aku mulai menyadari
mengapa manusia bisa tertekan dengan perasaan yang mereka rasakan. Menjadi
manusia tidaklah mudah, dengan perasaan yang harus mereka tanggung. Tidak
seperti kami para malaikat tak diberi perasaan, kami hanya menjalankan tugas
hingga misi kami tercapai.
Zany
Aku pun menyayangimu Razor, malaikat
penjaga ku. Sempat aku takut bila harus kehilanganmu. Manusia dan malaikat
memang berbeda, kami diberikan kesempatan untuk mengetahui yang baik dan yang
salah, hingga perasaan pun menjadi penengah segala jalan yang akan kami ambil.
Kacamata manusia dan peraturan yang ada di dunia kami tak melarang siapapun
memiliki rasa. Manusia tak akan menyalahkanmu. Namun, bagaimana bila Tuhan tahu
apa yang telah kau perbuat?
Razor
Sebelum aku menyadari perasaan ini
mungkin Tuhan telah tahu lebih dulu.
Zany
Tetapi mengapa Tuhan membiarkanmu untuk
merawat perasaan itu seiring waktu yang berjalan? Ini tidak adil Razor!
Razor
Seharusnya kau bersyukur dengan apa yang
kau miliki. Perasaan adalah hadiah terindah yang diberi Tuhan untuk manusia
yang tak dimiliki makhluk mana pun di alam ini.
Zany
Bila kau melanjutkannya kau harus
menerima hukumannya, dengan turun dari langit dan melepaskan semua ingatan yang
kau miliki selama kau menjadi malaikat. Ini belum terlambat Razor, bila kau
menghentikan perasaan yang kau miliki, kau tak usah turun ke bumi dan hanya
ingatan ku saja yang terhapuskan. Aku rasa itu lebih baik.
Razor
Memiliki perasaan dengan menjadi seorang
malaikat, itu lebih berat dibanding aku harus dihukum. Apa kau memiliki rasa
yang sama dengan apa yang ku rasakan ini?
Zany
Sesungguhnya aku tak ingin melihatmu
tersiksa. Apa yang kau lakukan selama ini sungguh luar biasa. Aku dapat
melupakan sedihku, tertawa sepuas hatiku, terlebih kau telah mengajarkan
bagaimana caranya untuk menghargai perasaan yang kita miliki.
Razor
Bila aku disuruh memilih, aku lebih
memilih dihukum turun ke bumi dan menjadi manusia biasa. Dan aku berjanjii,
walau ingatanku tentangmu hilang, aku yakin kita akan dipertemukan suatu hari
nanti.
Zany
......................................................................................................................................................................................................................
Razor
Aku hargai segala keputusanmu. (berjalan
sambil meninggalkan Zany) aku tak pernah menyesal mengenalmu Zan.
Selamat..............................
Zany
Aku juga mencintai dan menyayangimu. Kau
telah memilih jalanmu dan aku akan memilih jalan ku. Bila memang aku harus
melupakanmu, aku tak akan melupakan segala peristiwa yang telah kita lewati
bersama. Berjanjilah Razor.
Mereka saling membelakangi dan tak
mampu untuk menatap satu sama lain. Perasaan yang terlambat untuk mereka sadari
itu menjadi kenangan yang akan mempertemukan mereka suatu hari nanti.
Perasaan
adalah anugerah yang diberikan Tuhan hanya untuk manusia. Dalam arti lain
manusia adalah makhluk yang mulia dengan anugerah mutlak yang diberikan Tuhan
untuk mereka. Bahkan malaikatpun menyadarinya.
- END -