Social Icons

Minggu, 22 Januari 2012

first

KESETIAAN?
Disebuah taman, di tengah malam bertemankan bulan. Sepasang pemuda-pemudi yang sedang di mabuk cinta bermain-main di bawah sinar rembulan. (Diiringi nyanyian dan lagu-lagu mesra)
Pemuda: Ini hari apa?
Pemudi: Hari senin, tepat nya sebulan lagi kita melanjutkan hidup kita bersama sama.
Pemuda: Yah, sebulan lagi. Sebulan lagi kau akan menjadi isteri ku. Pasangan hidup ku, pendamping ku. Ku harap ka akan menemaniku hingga aku bertemu dengan kematian.
Pemudi: Satu bulan lagi, kau akan mengucapkan janji untuk menjagaku, mengambil aku dari kedua orang tua ku. Akankah ....
Pemuda: Perasaan ini telah membutakan mataku, menutup telingaku, dan ku palingkan wajahku dari wanita lain. Hanya kau, wanitaku yang ku yakin akan menemaniku sampai kematian menjemputku. Akan kah kau yakin dengan apa yang ku rasakan, apa yang ku katakan, dan apa yang ku berikan padamu?
Pemudi: Sesungguhnya aku tak ragu dengan cinta mu, aku tak meragukan perasaan itu. Tapi siapakah diriku? Kau memberikan perasaanmu padaku. Aku tak dapat menjamin perasaan itu. Perasaanku padamu, perasaanmu padaku. Akankah kau yakin pada kesetiaan?
Pemuda: (mengerutkan dahi, melepaskan tatapan dan tangannya dari pemudi) Maksud mu, kau tak yakin denganku. Dengan cintaku! Dengan KESETIAANKU!
Pemudi: Bukan hanya aku saja yang meragukan kesetiaan ini?
Pemuda: siapa lagi yang meragukannya? (sekejap pemuda berpikir) ah...jangan-jangan kau terhasut dengan omongan teman-temanmu! Keluargamu! Atau.....ternyata kau.........
Pemudi: KAU....Kau juga meragukannya, iya kan ?! (memotong dengan suara yang keras dan sedikit ngiris)
Sekejap suasana kembali hening, yang terdengar suara hewan-hewan malam yang mengisi keheningan. Tiba-tiba saja sepasang remaja yang sedang mencoba bermain cinta muncul ditengah-tengah kebisuan mereka.
Lelaki    : Baby...... (dengan mata berbinar)
Gadis    : Bebep.....(dengan wajah merona)
Lelaki & gadis : Akhirnya ketemu juga....
(bertatapan lalu tertawa, gaya anak remaja yang malu-malu..Sekejap memperhatikan sekitarnya, saat sadar ada orang lain yang memperhatikan mereka malu-malu kembali)
Lelaki & gadis: sssssssttttttttttttt...
Gadis    : Sudah lama sekali (sambil menatap lelaki)
Lelaki    : Semenjak seminggu yang lalu
Gadis    : hmmm..hhmmm..
Lelaki    : Kau merindukan ku?
Gadis    : Huuh...huuh.. (sambil menganggukkan kepala)
Lelaki    : Selama tak bertemu, kau tak selingkuh dengan pria lain kan?
Gadis    : hmmmm...hmmmmm (masih menganggukkan kepalanya)
Lelaki    : Sungguh?
Gadis    : hmmmm...hmmmmmm
Lelaki    : Aku ingin jawaban sayang
Gadis    : Sungguh lelaki ku, aku tak selingkuh, aku tak bertemu pria lain. Aku hanya....
Lelaki    : (memotong) Hanya apa?
Gadis    : Hanya mikirin kamu (dengan wajah tersipu malu)
Sang lelaki bertingkah seakan memenangkan pertandingan dengan wajah penuh rasa bangga terhadap dirinya.
Gadis    : Sedangkan kamu?
Lelaki menatap sang gadis
Gadis    : Kamu juga tidak selingkuh kan?
Lelaki    : Seperti yang ku katakan sebelum-sebelumnya, aku akan setia padamu. Tak peduli seberapa banyak dan cantiknya gadis yang ku temui. Aku akan setia padamu. Kau yakin, kan! Dengan perkataan ku.
Gadis    : (menghela nafas) fuh.... Aku memang mempercayaimu...
Lelaki    : (memotong kembali) nah .. itulah dasar kesetiaan kita. Kau percaya padaku, aku percaya padamu. Kita saling percaya.
Gadis    : Jadi, menurutmu kesetiaan itu adalah saling kepercayaan saja?
Lelaki    :  E...ehh..hmmm... (tergagap mendengar pertanyaan si gadis) yah..menurutku bukan hanya itu.
Gadis    : Jadi kesetiaan itu apa?
Lelaki    : (dengan penuh percaya diri) Kesetiaan itu, selain rasa saling percaya antar pasangan. Kesetiaan itu adalah perasaan untuk tidak menyakiti pasangan dengan cara menduakannya. Hmmm...
Gadis    : Apalagi?
Lelaki    : Ya..setahu aku, kesetiaan itu seperti itu. Sulit untuk diungkapkan dengan kata namun dapat kita rasakan.
Tiba-tiba hp lelaki itu berbunyi, hingga memencarkan diskusi yang mereka perdebatkan. Sang gadis ditinggalkan, sementara sang lelaki berbicara dengan orang diseberang telepon. Perlahan-lahan wajah sang gadis berubah kesal. Sang lelaki memutuskan teleponnya dan berusaha untuk menjelaskan pada gadis yang terlihat marah itu.
Lelaki    : Maafkan aku, tadi telepon dari...
Gadis    : Baru saja tadi kau menjelaskan tentang arti kesetiaan, tapi dalam sekejap saja kau lupakan. Saling percaya, tidak ada wanita lain, PERSETAN dengan hal itu. Kau telah membuat ku ragu.
Lelaki    : Tapi sayang, tadi itu telepon dari teman ku yang bertanya soal acara yang akan kita buat malam ini.
Gadis    : Acara apa? Kau tidak memberitahu ku. Kau SELINGKUH kan?!. Kau tidak setia. Kau tidak tahu arti kesetiaan itu !
Lama-kelamaan suasana tambah memanas dan sang gadis berlari meninggalkan sang lelaki. Sang lelaki itu berusaha untuk mengejar sang gadis.
Lelaki    : sayaanggg........ (meninggalkan panggung)
Pemuda-pemudi yang sejak tadi terdiam menyaksikannya mulai menanggapi hal yang mereka lihat
Pemudi   : Kau lihat yang baru saja terjadi?
Pemuda: Ya..aku melihatnya
Pemudi   : Menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Pemuda: Bukan urusanku...
Pemudi   : (tersadar, lalu mereka mulai membahas kembali tentang kesetiaan yang mereka perdebatkan) iya..memang bukan urusan kita. Kalo begitu (mereka saling bertatapan) menurutmu, apa arti kesetiaan itu?
Pemuda: (berjalan sambil memikirkan makna kesetiaan yang mereka harapkan) seperti yang lelaki itu katakan. Faktornya, saling percaya, tak ada wanita atau lelaki lain. Rasanya ada yang kurang dari pernyataan lelaki tersebut.
Pemudi   : Itu kan menurut pendapat para remaja yang sedang mencoba bermain dengan cinta. Sementara kita sedang menghadapi dilema untuk menjalani hidup bersama di masa yang akan datang.
Pemuda: Setidaknya, lelaki tadi telah memberikan gambaran pada ku tentang arti kesetiaan itu sendiri. Ngomong-ngomong, kau terus yang bertanya pada ku tentang arti kesetiaan. Menurutmu kesetiaan itu apa?
Baru saja pemudi tersebut akan menjelaskannya, seorang wanita setengah baya berlari menuju kursi taman dengan wajah sedih.
(pemuda-pemudi bertatapan, mengisyaratkan akan bertanya pada sang wanita.)
(Pemudi menghampiri wanita itu.)
Pemudi   : Maaf bu, apa yang terjadi? Ada seseorang yang mengganggu ibu?
Wanita : Tidak, aku hanya ingin menenangkan diri saja di taman ini.
Pemudi   : Baiklah bu. Maaf kalau saya telah mengganggu. (meninggalkan wanita)
(Wanita hanya menganggukkan kepalanya saja)
Dari arah yg sama datanglah seorang pria yang gagah, menghampiri sang wanita. Disusul dengan seorang wanita tua yang membawa-bawa foto suaminya.
Pria        : Disini kau rupanya. Mengapa kau meninggalkanku begitu saja? Apa yang telah menyakitimu, sayang?
Wanita : (menatap marah pria, sambil melontarkan amarahnya) KAU SELINGKUH KAN!!?
Pria        : Apa maksudmu?
Wanita : Aku menemukan surat ini di saku celana mu ! Kau telah melupakan janji kita.
Pria        : Surat apa? Aku tak mungkin menyakiti orang yang ku cintai dan tlah ku nikahi selama 10 thn, memberikanku 2 orang anak, membantu ku dalam menyelesaikan setiap masalah, dan mau berbagi suka dukanya selama 10 thn. Betapa bodohnya diriku kalau saja aku tak setia padamu.
Wanita : Tapi surat ini telah membuktikan bahwa kau telah berselingkuh dengan wanita lain. Di surat ini kau mengatakan hal-hal yang manis layaknya orang sedang di mabuk asmara. Apalah artinya 10 thn hidup bersama bila dalam semenit saja hati mu telah berubah dah berpaling dari ku.
Pria        : Kau telah membaca surat itu?
Wanita : Tentu saja!
Pria        : (dengan wajah tersenyum disusul tertawa kecil) hahahaha...astaga, ini memang salah ku. Aku telah mencintainya. Aku telah jatuh cinta padanya sayang...hahaha
Wanita : Jadi benar kau mempunyai wanita lain.
Pria        : Wanita ku hanya satu, wanita yang sangat ku cintai hanya satu! Wanita yang ku ceritakan dalam surat itu. Hahaha ... maafkan aku sayang.
Wanita : Kau memang pria yang tak punya hati. Aku benci padamu. Siapa wanita itu? Ayo , ceritakan padaku.
Pria        : Sejak awal kita mengikat janji untuk hidup bersama selamanya, aku telah setia dengan wanita itu. Kesetiaan ku bukanlah kesetiaan mainan yang hanya berupa kata-kata dan menjelaskan arti setia itu sendiri. Dalam kamus besar bahasa indonesia, setia itu adalah berpegang teguh pada janji, pendirian, dsb. Sedangkan kesetiaan merupakan keteguhan hati, ketaatan, ataupun kepatuhan. Itulah pengertian setia secara umum, menurut ku kesetiaan dalam cinta menumbalkan perasaan. Seberapa besar kesetiaanku, sesungguhnya tak dapat ku ukur.
Wanita : Jadi sekian lama pula kau telah membohongiku. Kau tak pernah setia pada ku, kau yang menyakiti aku.
Pria        : Wanita itu adalah kau
(wajah sang wanita berubah dalam sekejap setelah mendengar perkataan pria)
Pria        : (sambil mengambil surat dari tangan wanita) surat ini aku tulis untuk ku sampaikan padamu sayang, pada hari ini. Tepat saat ulang tahun pernikahan kita.
Wanita : Jadi....
Pria        : Kesetiaan ku tak dapat ku ukur, percayalah padaku.
Wanita : (menatap sang pria) maafkan aku.
Sang pria hanya menganggukkan kepalanya. Lalu mereka pergi bersama.
Pemudi: Seperti yang tercantum dalam kamus besar bahasa indonesia tadi. Begitu pula arti kesetiaan yang ku maksudkan. Kau tlah mendapatkan jawabannya bukan.
Pemuda: Bukan pengertian seperti yang tercantum dalam kamus besar bahasa indonesia yang ku harapkan. Aku menginginkan kau menjelaskan arti kesetiaan menurut versi mu sendiri, sayang.
Pemudi   : Menurut ku?
Tiba-tiba saja nenek yang sejak tadi diam, dia mulai berbicara.
Nenek  : Hahaha..sejak tadi yang ku dengarkan hanya tentang kesetiaan. Kalian ini masih muda, tapi kalian pasti telah banyak melewati bersama kan? Atau kalian pasangan yang baru berpacaran?
Pemudi   : Tidak nek. Kami memutuskan untuk menikah sebulan lagi. Seperti yang telah nenek katakan tadi, kami memang telah melewati banyak waktu bersama-sama. Mengenal siapa keluarga kami satu sama lain. Hingga akhirnya kami akan menikah, tapi entah mengapa perasaanku kini dilanda dilema. Aku ragu kalau ternyata pria yang akan menikahi ku tak setia pada kua, dan suatu hari dia akan meninggalkan ku untuk wanita lain.
Nenek  : Itu hal yang wajar untuk sepasang anak manusia yang akan menjajaki hubungan yang lebih serius lagi. Dulu pun aku pernah merasakannya.
Pemudi                : Lalu, apa yang nenek lakukan?
Pemuda: Ketakutan mu terlalu berlebihan, telah nenek ini jelaskan kalau perasaan ragumu itu adalah hal yang wajar untuk sepasang sejoli yang akan menikah.
Nenek  : Hai, anak muda. Kuberitahukan padamu kalau wanita berbeda dengan pria, perasaannya terlalu lembut hingga banyak ketakutan yang ada dalam benaknya. Ketakutan itu terjadi, semata-mata untuk melindungi hatinya yang rapuh. Jadi wajar kalau dia mempertanyakan kesetiaan kaum mu.
Pemudi hanya menatap sang pemuda, sedangkan pemuda hanya terdiam
Nenek  :  Kejadiannya hampir sama dengan yang kalian lakukan saat ini. Aku terus mempertanyakan kesetiaan calon pengantin pria ku. Hingga akhirnya dia tak berucap lagi tentang pengertian kesetiaan itu. Dia mengatakan hal yang tak dapat membuatku berkata-kata.
Pemudi: apa yang dia katakan nek?
Nenek  : Yang jelas, dia yakin dengan perasaannya, walau dia tak pernah memberikan jawabannya. Dia akan menjamin kesetiaannya, tanpa sebuah kata pun, dia mengatakan “biar kau sendiri yang namanya kesetiaan ku padamu”. Hingga detik ia mengucapkan janji setia itu, aku masih ragu. Tahun demi tahun telah kami jalani bersama, susah senang telah kami rasakan bersama. Hingga akhirnya aku jatuh sakit, disanalah kesetiaannya aku uji. Aku memintanya untuk menikahi wanita lain, karena aku merasa tak dapat mengurusnya lagi. Tapi dia tidak pernah menginginkannya. Dia mengatakan padaku bahwa dia akan selalu setia pada ku, meskipun aku tak dapat melakukan apa-apa untuknya. Dengan kesetiaannya, dia selalu ada disampingku, karena kesetiaanya, dia telah menghapuskan keraguanku bertahun-tahun yang lau. Karena kesetiannya pun, aku harus hidup sendiri seperti sekarang.
Pemuda: Memangnya kemana suami mu nek?
Pemudi   : mungkin dia telah pergi bersama wanita lain
Nenek  : sudah ku katakan padamu anak muda, dia itu orang yang sangat setia. Saat ini dia telah pergi meninggalkan aku. Dia pergi tapi menungguku disana. Dia telah meninggal dunia beberapa tahun yang lau.
Pemudi   : Maaf kan aku nek. Aku baru tersadar bahwa aku tak akan pernah tau arti kesetian bila aku selalu meragu pada orang yang sesungguhnya telah ku pilih. Sebelum aku menjalani bersamanya, aku tak akan pernah tahu nek. Terima kasih nek
Nenek  : sudahlah, tak perlu lagi kalian bertengkar hanya untuk sebuah teori. Jalani lah dulu hal yang sebenarnya telah kalian yakini. Dan jangan lupa kalian selalu beribadah kepada Tuhan untuk keberkahan hidup kalian.
Pemuda & pemudi: Terima kasih nek
Nenek hanya tersenyum lalu pergi. Pemuda pemudi itu tetap tinggal.
Pemuda: Ini hari apa?
Pemudi: Hari senin, tepat nya sebulan lagi kita melanjutkan hidup kita bersama sama.
Pemuda: Yah, sebulan lagi. Sebulan lagi kau akan menjadi isteri ku. Pasangan hidup ku, pendamping ku. Ku harap ka akan menemaniku hingga aku bertemu dengan kematian.
Pemudi: Satu bulan lagi, kau akan mengucapkan janji untuk menjagaku, mengambil aku dari kedua orang tua ku. Aku telah yakin dengan apa yang ku pilih.
(Lagu)
23 Januari 2012
Otong-ungu



0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text