Perasaan apa ini? Sering kali aku
dibuat bingung olehnya. Saat aku bertanya pada diriku “Apa yang kau inginkan?”
sampai saat ini belum ku temukan jawabannya. Sebagian diriku merasa takut bila
tak sengaja aku menyakitinya, sebagian lainnya takut kalau ternyata dugaan ku
ini salah. Ya Allah berilah petunjuk, saat ini aku dibingungkan oleh keadaan,
APA YANG SEBAIKNYA HAMBA LAKUKAN.
Ga kerasa ya hampir 2 tahun saya TAU
anda tapi baru beberapa bulan saya ngerasa KENAL sama anda. Sepertinya anda
sedang memberi kesempatan pada saya untuk mengenal anda! Tapi saya rasa, ini
belum cukup! Anda tau kenapa saya masih ngerasa belum mengenal anda sehingga
saya benar-benar bingung sama yang sedang saya rasain sekarang.
Pertama, saya ngerasa anda belum
sepenuhnya mejadi diri anda karena menurut saya anda terlalu baik, sampai saat
ini saya belum menemukan hal jelek di dalam diri anda. Hal ini yang membuat
saya ragu. Sempat tersirat beberapa kali dalam benak saya “Berapa lapis topeng
yang anda pakai?” tapi di lain cerita saya sempat bersemedi dan jawabannya,
saya memang belum kenal baik siapa anda.
Kedua, anda terlalu tenang untuk
ukuran manusia. Ga tau karena udah tahan banting?, ga tau karena anda memang
bijaksana melihat dan merasakan tantangan hidup ini?, ga tau karena anda
terlalu cuek sama keadaan yang anda hadapi? Belum ada keluhan yang serius yang
saya dengar dari anda. (disatu sisi sih emang bagus ya, berarti mensyukuri
segala yang diberikan oleh Allah)
Ketiga, secara keseluruhan diri anda
merupakan tanda tanya besar bagi saya. Anda menceritakan beberapa bagian dalam
diri anda tapi saya masih saja merasa belum dapat mengenali anda (unrecognized
thing). Sesempurna apa diri anda hingga anda “terlihat baik-baik saja” di mata saya.
Itulah manusia, makhluk hidup yang complicated, yang selalu merasa tidak
puas atas yang ia ketahui, yang ia kenali, atau bahkan yang ia miliki. Yang
saya tahu, manusia yang baik itu adalah manusia yang dapat mensyukuri apa yang
ia dapatkan, secara tersirat atau pun tertulis.
Saya memanglah bukan manusia yang termasuk handal
dalam memahami perasaan. Saya hanya ingin menjadi manusia yang dapat saling
membantu, terutama berbagi kesedihan dan cerita yang mungkin membuat anda
tertekan. Menurut saya, semakin banyak
cerita yang anda bagi, semakin mudah anda memperkenalkan diri anda pada manusia
lainnya. Salah satu cerita yang paling berpengaruh, saat anda mengijinkan orang
lain mengetahui permasalahan atau kejelekan yang telah anda lalui. Dan
salah satu cara untuk mendapatkan teman yang baik adalah jika anda merasa
nyaman menceritakan keburukan anda pada mereka sehingga mereka dapat mengenal
anda dan menerima anda apa adanya. Begitulah kiranya yang saya tau tentang
perasaan diriku, dirimu, dan diri yang lain-lain.
“Jangan pernah menyalahkan kejadian demi kejadian
yang telah kita lalui! Karena waktu tak dapat dikembalikan dan hal itu tentu
telah anda ketahui. Kita terlalu banyak merugi karena telah banyak penyesalan
dari peristiwa-peristiwa yang kita rasakan. Bukan kah seharusnya kita bangga
terhadap diri sendiri saat orang lain menilai lain pada diri kita. Mereka yang
hanya dapat melihat keadaan kita dari luar, belum tentu mampu merasakan setiap
peristiwa berat yang telah kita alami. Tetaplah maju! Karena mata dan perasaan
anda yang membimbing! Bukan bisikan-bisikan jelek yang mampu menghentikan
langkah anda untuk keluar dari belenggu yang anda buat sendiri!”




0 komentar:
Posting Komentar