Social Icons

Selasa, 06 Juni 2017

Heresis

Alasan Heresis Kuat


Aku hanya ingin kalian tidak hanya menatapku
Aku ingin keberadaanku benar-benar diakui
Aku nyata, aku tak fana, aku dapat kau sentuh, aku tak tembus pandang
Berontaku dalam ketidakpuasanku
Amarahku dalam diamku
Alasanku tersirat dalam setiap kejengkelan mata yang memandangku


“Aku ga mau diatur!! Teserah aku lah, aku mau ngelakuin apa? Kenapa harus Ibu harus mengatur aku terus sih?” Tolak Heresis untuk mematuhi Ibunya.

Ia berlari keluar rumah nya sambil menggenggam beberapa batu sihir milik keluarganya. Dengan ini aku akan menguasai dan memiliki apapun yang aku mau. Aku bisa mengatur siapapun. Aku ga sudi harus nuruti orang yang lebih rendah level nya dari aku!!

“Heresis, mau pergi kemana kamu? Mau dibawa kemana batu-batu itu?” Panggil Ibunya, Luminatrix yang saat itu agak terdengar kesal dan ia melemparkan beberapa kilat sihirnya pada Heresis. Namun tak ada satu pun kilat yang mengenai Heresis.

Heresis menghilang di balik kabut yang tiba-tiba muncul dari hutan. Dia terus berlari sampai akhirnya ia sadar bahwa tak da satupun yang mengejarnya. Suara kaki yang mengejarnya hilang tergantikan suara sunyi dan dingin.

Di balik kabut yang tebal ia melihat bayang-bayang sebuah rumah, ia dekati dan memeriksa sekelilingnya. “Halo...ada siapa di dalam? Adakah penghuninya? Ada orang kah?” Heresis mengelilingi rumah itu berulang kali hingga ia memberanikn diri untuk membuka pintu rumah tersebut.

Tak ada seorang pun di dalam sana. Di dalam rumah itu tertata beberapa perabot yang sangat sederhana; 2 kursi kayu yang rapuh, satu meja kayu yang sudah tak memiliki 1 kakinya, sebuah kasur yang sudah berserakan dan tak berbentuk, meja hias, dan sebuah vas bunga berisi bunga mawar yang layu dan belum mekar.

Heresis duduk disudut ruangan, ia melipat kakinya dan meletakkan kepalanya tepat dilutut yang kini sampai ke dahinya. Ia pejamkan matanya, berharap tak ada lagi peraturan dan paksaan yang membuatnya benci akan kehidupan di luar sana.

Kenapa aku harus menuruti mereka, harus jadi seperti mereka? Mereka lebih rendah dari ku. Bahkan mereka tak menguasai sihir sedikit pun. Bila aku yang memegang kendali, pasti Ibu akan lebih bangga dan bahagia. Karena ibu tau, aku tak pernah membangkang padanya. Tapi aku tak bisa ikuti keinginan ibu untuk hal yang satu ini. Tak tau kenapa, tapi ada sesuatu yang mengganjal di hatiku. Aku tak sudi menghormati yang lebih lemah.

Dalam gejolak emosi yang Heresis rasakan, ia terdiam seketika batu berwarna merah bersinar dan cahayanya menuju ke dalam jiwa Heresis.

Manusia-manusia lemah itu hanya akan menghancurkan bumi ini. Dengan apa mereka akan melindunginya? Mereka tak kenal apapun selain nafsu yang ada di dalam dirinya. Seharusnya aku yang memipin, seharusnya aku yang berkuasa di bumi ini.

Setelah itu batu berwarna kuning keemasan memacarkan dan memberikan cahayanya kepada Heresis.
Aku jahat? Aku tukang pembuat onar? Aku benci saat mereka menatap ke arahku. Menatap rendah dan remeh. Ada juga yang menatap karena takut padaku. Tak ada seorang pun yang memperdulikan ku. Kalian tak mau sama sekali memahamiku. Kalian hanya bisa menyalahkan ku. Membuat ku semakin benci pada kalian.

Batu berwarna biru melakukan hal yang sama seperti batu-batu sebelumnya.

Tiba-tiba Heresis menangis. Belum terdengar satu kata pun terucap dari bibirnya. Suara tangisnya semakin terdengar lirih dan ia mulai tertawa perih.

Aku tak menyesali semua yang ku perbuat. Aku tak ingin menghormati dan mengakui manusia lemah itu, karena ku tau kau tak mungkin sehebat diriku. Aku tak bisa mengakui mereka, karena mereka terlalu angkuh untuk memimpin bumi ini. Aku akan menghancurkan mereka, menunjukan pada manusia-manusia rendah itu dan menyadarkannya kalo mereka tak pantas mendapatkan segala kekayaan yang ada di bumi ini.

Batu hijau terakhir bersinar, disusul 3 batu lainnya.
Batu-batu sihir yang memiliki kekuatan yang maha dahsyat bila digabungkan dan akan mendatangkan musibah bagi manusia. Mengambil kedengkian, kebencian, amarah, dan sisi gelap Wizard untuk menguasai alam bawah sadar manusia.

Amarah, dengki, benci, iri, dan segala hal yang membutakan mata akan melemahkan “rasa” siapapun, sekalipun itu penyihir terkuat atau bahkan setan sekalipun.
Namun sisi gelap juga akan menguatkan keinginan, dan hasrat tanpa memandang iba bahkan bisa menjadi kekuatan yang sangat menakutkan dan menghancurkan.

By : Otong
07 Juni 2017




0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text