Social Icons

Jumat, 17 Maret 2023

K-Drama "JUVENILE JUSTICE"

JUVENILE JUSTICE (2022)

 

*      CHARACTER

·         Kim Hye Soo as Shim Eun-Seok

Shim Eun-Seok memiliki karakter yang kuat, ia seorang wanita mandiri dan teguh pendiriannya. Keras kepala dan pantang menyerah terhadap setiap kasus yang ia hadapi. Karakter kerasnya tersebut dipicu karena ia kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya.

·         Kim Moo Yeol as Cha Tae-Joo

Hakim Cha termasuk tokoh protagonist yang memiliki vibes positif, ia percaya bahwa setiap anak bermasalah memiliki alasan tersendiri dan ia juga percaya anak bermasalah dapat berubah menjadi lebih baik setelah mendapatkan hukuman.

·         Lee Sung Min as Kang Won-Jung

Hakim ketua Kang Won-Jung memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang baik, ia juga termasuk hakim yang lurus dalam melaksanakan tugasnya. Namun dipenghujung karirnya, ia mulai takut kehilanganposisinya dan membuat dirinya terkesan Sangat Egois dan Tak Jujur.

·         Lee Jung Eun as Na Geun Hee

Hakim Ketua Na Geun Hee memiliki sifat yang objektif terhadap setiap kasus yang dihadapi. Namun, ia juga dinilai sembrono dalam menentukan hukuman terhadap anak. Sifatnya agak menyebalkan dan karakternya bertolak belakang dengan Hakim Shim.



Source: https://netflixjunkie.com/why-you-must-watch-the-new-k-drama-juvenile-justice-on-netflix-what-is-it-about-check-reviews-cast-synopsis-trailer-and-more/ 

*      PLOT

Alur cerita (Plot) maju adapun cerita flashback hanya menceritakan tentang masa lalu Sang Tokoh Utama, hakim Shim Eun-Seok (Kim Hye Soo), dan penyebab hakim Shim sangat membenci ‘pelaku criminal anak’. Cerita flashback lainnya menceritakan tentang hakim Cha Tae-Joo (Kim Mu-Yeol) yang memiliki trauma mendalam karena KDRT yang dilakukan oleh ayahnya. Hingga akhirnya dia memiliki impian untuk menjadi hakim pidana anak setelah bertemu dengan Hakim Ketua Kang Won-Jung (Lee Sung-Min).

Adapun kasus-kasus yang harus dihadapi oleh hakim-hakim tersebut, antara lain:

Ep. 1-2, Kasus Pembunuhan anak dibawah umur yang didalangi oleh 2 anak remaja

Ep. 3, Kasus KDRT pada anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya

Ep. 4-5, Kasus Fitnah yang dilakukan sekelompok anak terhadap Pengurus yayasan perlindungan anak hingga kasus prostitusi karena anak-anak remaja tersebut diusir dari yayasan oleh putri pemilik yayasan.

Ep. 6-7, Kasus bocornya kunci jawaban ujian SMA yang mana anak dari Hakim Ketua Kang Won-Jung ikut serta dalam group khusus, hingga akhirnya membuat hakim ketua Kang Won-Jung harus mengundurkan diri dari pengadilan dan pencalonan anggota DPR.

Ep. 8, Kasus pemalsuan SIM dan perundungan yang dilakukan siswa SMA terhadap temannya.

Ep. 9-10, Kasus pemerkosaan masal yang dilakukan kelompok remaja yang kabur dari rumah

Setiap episodenya menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam jadi kalo kalian nonton marathon seharian bisa banget ni.

 

*      REVIEW

“Diantara 3300 hakimyang ada di Republik Korea, hanya 20 diantaranya ayng merupakan hakim anak. Tiap tahun, 20 hakim itu menghadapi lebih dari 30.000 kriminal anak. Di Pengadilan Anak, tidak ada jaksa dan hanya ada pendamping. Hakim anak akan menginterogasi sendiri para criminal anak dan memberi putusan pembinaan. Disitulah tugas hakim dimulai. Anak bisa beradaptasi dengan baik, tidak kabur dan tidak mengulangi tindak criminal. Berkat kendali dan pengawasan teratur oleh hakim yang bertugas.”

Wartawan: “ Peradilan sudah selesai. Untuk apa hakim melakukannya?”

Hakim Shim: “TUJUAN UU SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK ADALAH MEMPERBAIKI DAN MENATA LINGKUNGAN, KARAKTER, SERTA PERILAKU ANTISOSIAL. Maka kendali dan pengawasan teratur adalah tugas hakim.”

Wartawan:” Jadi, Tujuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak bukan hukuman? Mengapa kau memilih menjadi hakim anak?”

Hakim Shim:”Alasanku hanya satu, KEBENCIAN”

Wartawan: “Apa?”

Hakim Shim:”Aku..membenci pelaku criminal anak.”

Cerita yang dimulai dengan seorang anak sekitar umur 14 tahun yang berjalan dikeramaian kota, dengan pakaian yang berlumuran darah. Anak tersebut bernama Baek Seoung-U diduga telah melakukan pembunuhan pada seorang anak SD yang bernama Yun Ji-Hu. Tidak hanya membunuh, ia bahkan memutilasi korban. Dengan background penyakit mental tertentu, pelaku tidak dapat dijatuhi hukuman maksimal. Namun, Hakim Shim yang dikenal dengan julukan Hakim Maksimal terus mencari bukti-bukti dan informasi yang terkait dengan kasus tersebut. Dengan bukti dan info yang didapatnya ternyata dia tak melakukan tindakan keji tersebut seorang diri. Tapi ia membantu seorang gadis remaja bernama Han Ye-Eun.

Kasus kedua bercerita tentang seorang gadis, Seo Yu-Ri, yang melakukan pelarian dari rumahnya dan terlibat dalam kasus prostitusi remaja. Ia kabur karena mendapatkan KDRT dari sang ayah. Ayahnya yang suka berjudi membuat ia memaksa Seo Yu-Ri mencari uang untuk melunasi hutang-hutang. Namun malang, Seo Yu-Ri juga mendapatkan kekerasan dari kelompok pelariannya. Akhirnya ia mendapatkan perlindungan dari pengadilan, dengan menjatuhkan hukuman kepada ayah Seo Yu-Ri. Kasus KDRT yang dialami Seo Yu-Ri membangkitkan kenangan buruk yang dialami oleh Hakim Cha. Di masa lalunya ternyata hakim Cha mendapatkan KDRTdari ayahnya juga.

Cerita selanjutnya diawali oleh Hakim Ketua Kang yang mengadili seorang anak bernama Hyun-Ji dan memberikannya tempat untuk dititipkan kepada Pusat Rehabilitas Anak Pureum. Pusat Rehab Pureum ini dikenal bagus dalam mendidik anak-anak yang bermasalah (Hyun-Ji, Choi Yeong-na, O Yeon-ji, Woo Min-gyeong, Hye-Rim). O Seon-Ja adalah pengurus panti rehab pureum yang sangat baik dan bertanggung jawab. Namun sayangnya dia difitnah oleh anak-anak yang ia didik. Di ujung cerita kasus kali ini, O Yeon-Ji menelepon Pusat Rehab Pureum dikarenakan ia dijual kepada om om mesum yang ingin memakai jasanya oleh Choi Yeong-na.

Kali ini Hakim Ketua Kang benar-benar kebakaran jenggot, pasalnya anak sulungnya sendiri, Kang Sin-U, terlibat dalam kelompok DESCRATES yang dikenal dengan kelompok yang melakukan pembocoran kunci jawaban ujian sekolah. Hakim Ketua Kang berusaha untuk menutupi kasus anaknya ini. Namun akhirnya tercium juga oleh Hakim Shim. Dan akhirnya, Hakim Ketua Kang dicopot dari jabatannya dan dikeluarkan dari partai politik yang mendukungnya.

Setelah Hakim Ketua Kang dicopot dari posisinya, Na Geun Hee ditunjuk oleh pengadilan untuk menggantikan posisi Hakim Ketua. Hakim Shim sangat terkejut dengan kehadiran Na Geun Hee karena Na Geun Hee adalah Hakim yang memimpin persidangan pembunuhan anaknya. Na Geun Hee dan Hakim Shim memiliki pandangan yang berbeda dalam  menjatuhkan hukuman kepada terpidana anak.

Anak didik Hakim Cha, Kwak Do-Seok, menghadapi masalah dalam pemalsuan identitas untuk peminjaman mobil. Hal ini dipicu oleh perundungan yang diterima oleh Do-Seok di sekolah karena membantu temannya yang diancam oleh sekolompok murid yang mana orang tuanya memiliki pengaruh. Dalam kasus kali ini Hakim Ketua Na Geun Hee terus-menerus menekan Hakim Shim dengan celotehan sinisnya. Tetapi Hakim Shim terus maju untuk menangani kasus yang sedang dihadapinya. Hakim Cha pun ikut membantu Hakim Shim dalam investigasi di tempat peminjaman mobil. Investigasi Hakim Cha pun membuahkan hasil dan ia melaporkannya pada Hakim Shim. Tapi ternyata cara ini ditentang oleh Hakim Ketua Na Geun Hee yang tidak mengijinkan seorang hakim untuk melakukan investigasi ke lapangan. Tapi syukurlah pada akhirnya Hakim Shim dapat menyelesaikan kasus ini dengan baik dan memberikan hukuman yang PAS untuk anak-anak pelaku perundungan.

Kesehatan Hakim Shim mulai memburuk lagi namun Hakim Shim menolak untuk dirawat di rumah sakit dan lebih memilih untuk menjalankan tugasnya di Pengadilan Yeonhwa. Dalam kasus kali ini, Hakim Shim harus berhadapan dengan kasus pemerkosaan masal yang dilakukan oleh kelompok pelarian remaja (Hwang In-Jun, Baek Do-Hyeon, Seo Dong-Gyun, dan O Gyeong-Su) terhadap Kang Seon-Na. Kasus terakhir dalam film ini membuat Hakim Shim dan Hakim Ketua Na Geun Hee berdebat mengenai hukuman yang akan diberikan terhadap para pelaku. Namun pada akhirnya mereka dapat saling menerima opini masing-masing dan menjatuhkan hukuman yang pantas terhadap para pelaku. Kang Seon-Na pun menyampaikan keinginannya di akhir sidang yang membuat hati orang yang mengikuti sidang terenyuh.  

Hakim Shim yang lega akan keputusan Hakim Ketua Na Geun Hee dipanggil oleh Komite Sanksi Hakim Mahkamah Agung dan menerima keputusan para komite. Adegan diakhiri di rumah dinas Hakim Shim yang melihat satu per satu barang peninggalan anaknya yang masih disimpannya dengan sangat Baik, lalu ia mengunjungi makam anaknya dan membakar foto kenangan ia dan anaknya.

 

Mau nonton filmnya? Klik aja link ini Juvenile Justice


*      POINT OF VIEW

Keseluruhan ceritanya termasuk genre yang saya suka sebagai ‘reviewer’. Kasus-kasus yang diangkat mewakili kejadian yang ada disekitar kita. Sebelum menonton film ini, saya gak paham perbedaan antara pengadilan anak dan pengadilan pada umumnya. Yah, bias jadi informasi tambahan ternyata di pengadilan anak itu gak ada Jaksa ya dan rata-rata hukuman yang diberikan ada juga ya sebagai perlindungan untuk pelaku.

Pada umumnya kasus yang terjadi pada anak disebabkan oleh kondisi keluarga atau lingkungan pertemanan yang tidak sehat. Pengaruh buruk orang tua seperti judi, alcoholic, dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak bisa membuat mental breakdown pada anak. Di lingkungan pertemanan yang tidak terpantau oleh orang tua pun menjadi penyebab terbentuknya sifat anak. Anak-anak yang memiliki power dan money seringkali memandang rendah temannya yang kondisinya kurang dari dia.

Episode pertama pada film ini menarik interest saya buat nonton episode selanjutnya. Namun dipertengahan film saya mulai merasa konfliknya dibuat melemah. Ada beberapa adegan yang kekerasan yang dilakukan oleh kelompok pelarian remaja terhadap Seo Yu-Ri tetapi konflik ini tidak dilanjutkan malahan hanya berfokus pada KDRT yang dilakukan ayah Seo Yu-Ri. Ada juga adegan dimana orang tua dari para pelaku perundungan terhadap Kwak Do-Seok melakukan semacam rapat agar anaknya terhindar dari hukuman. Part ini juga tidak diceritakan kembali di adegan selanjutnya.

Adegan-adegan yang tidak dilanjutkan kembali konfliknya jadi kayak semacam missing link. Saya bingung kenapa adegan-adegan tersebut harus ditampikan sedangkan penjelasan lebih lanjutnya gak ada. Tapi tetap menikmati main story walau ada sedikit gereget.

Di film JUVENILE JUSTICE ini menceritakan tentnag kehidupan Hakim Anak yang berupaya untuk mengembalikan sifat baik dan kehidupan anak-anak pada umumnya. Ada juga cerita dimana saat Kang Won-Jung memilih antara profesi dan keluarganya saat anaknya terlibat dalam kasus pembocoran kunci jawaban ujian. Posisi Hakim Ketua Kang emang serba salah ya cuy. Coba kalo kasus ini terjadi di dalam hidup kamu. Kamu bisa milih salah satunya? Kita bisa bahas deh di kolom komentar.

Thank you ya buat kamu yang udah baca review film kali ini. Next kita bahas film lainnya atau kalian mau dibahasin film apa ni?

See you

 


0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text