JUVENILE
JUSTICE (2022)
CHARACTER
·
Kim Hye Soo as Shim Eun-Seok
Shim Eun-Seok memiliki karakter
yang kuat, ia seorang wanita mandiri dan teguh pendiriannya. Keras kepala dan
pantang menyerah terhadap setiap kasus yang ia hadapi. Karakter kerasnya tersebut
dipicu karena ia kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya.
·
Kim Moo Yeol as Cha Tae-Joo
Hakim Cha termasuk tokoh
protagonist yang memiliki vibes positif, ia percaya bahwa setiap anak
bermasalah memiliki alasan tersendiri dan ia juga percaya anak bermasalah dapat
berubah menjadi lebih baik setelah mendapatkan hukuman.
·
Lee Sung Min as Kang Won-Jung
Hakim ketua Kang Won-Jung memiliki
nilai-nilai kemanusiaan yang baik, ia juga termasuk hakim yang lurus dalam
melaksanakan tugasnya. Namun dipenghujung karirnya, ia mulai takut
kehilanganposisinya dan membuat dirinya terkesan Sangat Egois dan Tak Jujur.
·
Lee Jung Eun as Na Geun Hee
Hakim Ketua Na Geun Hee memiliki
sifat yang objektif terhadap setiap kasus yang dihadapi. Namun, ia juga dinilai
sembrono dalam menentukan hukuman terhadap anak. Sifatnya agak menyebalkan dan
karakternya bertolak belakang dengan Hakim Shim.
PLOT
Alur cerita
(Plot) maju adapun cerita flashback hanya menceritakan tentang masa lalu Sang
Tokoh Utama, hakim Shim Eun-Seok (Kim Hye Soo), dan penyebab hakim Shim sangat
membenci ‘pelaku criminal anak’. Cerita flashback lainnya menceritakan tentang
hakim Cha Tae-Joo (Kim Mu-Yeol) yang memiliki trauma mendalam karena KDRT yang
dilakukan oleh ayahnya. Hingga akhirnya dia memiliki impian untuk menjadi hakim
pidana anak setelah bertemu dengan Hakim Ketua Kang Won-Jung (Lee Sung-Min).
Adapun
kasus-kasus yang harus dihadapi oleh hakim-hakim tersebut, antara lain:
Ep. 1-2, Kasus
Pembunuhan anak dibawah umur yang didalangi oleh 2 anak remaja
Ep. 3, Kasus KDRT
pada anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya
Ep. 4-5, Kasus
Fitnah yang dilakukan sekelompok anak terhadap Pengurus yayasan perlindungan
anak hingga kasus prostitusi karena anak-anak remaja tersebut diusir dari
yayasan oleh putri pemilik yayasan.
Ep. 6-7, Kasus
bocornya kunci jawaban ujian SMA yang mana anak dari Hakim Ketua Kang Won-Jung
ikut serta dalam group khusus, hingga akhirnya membuat hakim ketua Kang
Won-Jung harus mengundurkan diri dari pengadilan dan pencalonan anggota DPR.
Ep. 8, Kasus
pemalsuan SIM dan perundungan yang dilakukan siswa SMA terhadap temannya.
Ep. 9-10, Kasus
pemerkosaan masal yang dilakukan kelompok remaja yang kabur dari rumah
Setiap episodenya
menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam jadi kalo kalian nonton marathon seharian
bisa banget ni.
REVIEW
“Diantara 3300
hakimyang ada di Republik Korea, hanya 20 diantaranya ayng merupakan hakim
anak. Tiap tahun, 20 hakim itu menghadapi lebih dari 30.000 kriminal anak. Di
Pengadilan Anak, tidak ada jaksa dan hanya ada pendamping. Hakim anak akan
menginterogasi sendiri para criminal anak dan memberi putusan pembinaan.
Disitulah tugas hakim dimulai. Anak bisa beradaptasi dengan baik, tidak kabur
dan tidak mengulangi tindak criminal. Berkat kendali dan pengawasan teratur
oleh hakim yang bertugas.”
Wartawan: “
Peradilan sudah selesai. Untuk apa hakim melakukannya?”
Hakim Shim: “TUJUAN
UU SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK ADALAH MEMPERBAIKI DAN MENATA LINGKUNGAN,
KARAKTER, SERTA PERILAKU ANTISOSIAL. Maka kendali dan pengawasan teratur adalah
tugas hakim.”
Wartawan:” Jadi,
Tujuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak bukan hukuman? Mengapa kau memilih
menjadi hakim anak?”
Hakim
Shim:”Alasanku hanya satu, KEBENCIAN”
Wartawan: “Apa?”
Hakim
Shim:”Aku..membenci pelaku criminal anak.”
Cerita yang
dimulai dengan seorang anak sekitar umur 14 tahun yang berjalan dikeramaian
kota, dengan pakaian yang berlumuran darah. Anak tersebut bernama Baek Seoung-U diduga telah melakukan
pembunuhan pada seorang anak SD yang bernama Yun Ji-Hu. Tidak hanya membunuh,
ia bahkan memutilasi korban. Dengan background penyakit mental tertentu, pelaku
tidak dapat dijatuhi hukuman maksimal. Namun, Hakim Shim yang dikenal dengan
julukan Hakim Maksimal terus mencari bukti-bukti dan informasi yang terkait
dengan kasus tersebut. Dengan bukti dan info yang didapatnya ternyata dia tak
melakukan tindakan keji tersebut seorang diri. Tapi ia membantu seorang gadis
remaja bernama Han Ye-Eun.
Kasus kedua
bercerita tentang seorang gadis, Seo Yu-Ri, yang melakukan pelarian dari
rumahnya dan terlibat dalam kasus prostitusi remaja. Ia kabur karena
mendapatkan KDRT dari sang ayah. Ayahnya yang suka berjudi membuat ia memaksa
Seo Yu-Ri mencari uang untuk melunasi hutang-hutang. Namun malang, Seo Yu-Ri
juga mendapatkan kekerasan dari kelompok pelariannya. Akhirnya ia mendapatkan
perlindungan dari pengadilan, dengan menjatuhkan hukuman kepada ayah Seo Yu-Ri.
Kasus KDRT yang dialami Seo Yu-Ri membangkitkan kenangan buruk yang dialami
oleh Hakim Cha. Di masa lalunya ternyata hakim Cha mendapatkan KDRTdari ayahnya
juga.
Cerita
selanjutnya diawali oleh Hakim Ketua Kang yang mengadili seorang anak bernama
Hyun-Ji dan memberikannya tempat untuk dititipkan kepada Pusat Rehabilitas Anak
Pureum. Pusat Rehab Pureum ini dikenal bagus dalam mendidik anak-anak yang
bermasalah (Hyun-Ji, Choi Yeong-na, O Yeon-ji, Woo Min-gyeong, Hye-Rim). O
Seon-Ja adalah pengurus panti rehab pureum yang sangat baik dan bertanggung
jawab. Namun sayangnya dia difitnah oleh anak-anak yang ia didik. Di ujung
cerita kasus kali ini, O Yeon-Ji menelepon Pusat Rehab Pureum dikarenakan ia
dijual kepada om om mesum yang ingin memakai jasanya oleh Choi Yeong-na.
Kali ini Hakim
Ketua Kang benar-benar kebakaran jenggot, pasalnya anak sulungnya sendiri, Kang
Sin-U, terlibat dalam kelompok DESCRATES yang dikenal dengan kelompok yang
melakukan pembocoran kunci jawaban ujian sekolah. Hakim Ketua Kang berusaha
untuk menutupi kasus anaknya ini. Namun akhirnya tercium juga oleh Hakim Shim.
Dan akhirnya, Hakim Ketua Kang dicopot dari jabatannya dan dikeluarkan dari
partai politik yang mendukungnya.
Setelah Hakim
Ketua Kang dicopot dari posisinya, Na Geun Hee ditunjuk oleh pengadilan untuk
menggantikan posisi Hakim Ketua. Hakim Shim sangat terkejut dengan kehadiran Na
Geun Hee karena Na Geun Hee adalah Hakim yang memimpin persidangan pembunuhan anaknya.
Na Geun Hee dan Hakim Shim memiliki pandangan yang berbeda dalam menjatuhkan hukuman kepada terpidana anak.
Anak didik Hakim
Cha, Kwak Do-Seok, menghadapi masalah dalam pemalsuan identitas untuk peminjaman
mobil. Hal ini dipicu oleh perundungan yang diterima oleh Do-Seok di sekolah
karena membantu temannya yang diancam oleh sekolompok murid yang mana orang
tuanya memiliki pengaruh. Dalam kasus kali ini Hakim Ketua Na Geun Hee
terus-menerus menekan Hakim Shim dengan celotehan sinisnya. Tetapi Hakim Shim
terus maju untuk menangani kasus yang sedang dihadapinya. Hakim Cha pun ikut
membantu Hakim Shim dalam investigasi di tempat peminjaman mobil. Investigasi
Hakim Cha pun membuahkan hasil dan ia melaporkannya pada Hakim Shim. Tapi ternyata
cara ini ditentang oleh Hakim Ketua Na Geun Hee yang tidak mengijinkan seorang
hakim untuk melakukan investigasi ke lapangan. Tapi syukurlah pada akhirnya
Hakim Shim dapat menyelesaikan kasus ini dengan baik dan memberikan hukuman
yang PAS untuk anak-anak pelaku perundungan.
Kesehatan Hakim
Shim mulai memburuk lagi namun Hakim Shim menolak untuk dirawat di rumah sakit
dan lebih memilih untuk menjalankan tugasnya di Pengadilan Yeonhwa. Dalam kasus
kali ini, Hakim Shim harus berhadapan dengan kasus pemerkosaan masal yang
dilakukan oleh kelompok pelarian remaja (Hwang In-Jun, Baek Do-Hyeon, Seo
Dong-Gyun, dan O Gyeong-Su) terhadap Kang Seon-Na. Kasus terakhir dalam film
ini membuat Hakim Shim dan Hakim Ketua Na Geun Hee berdebat mengenai hukuman
yang akan diberikan terhadap para pelaku. Namun pada akhirnya mereka dapat
saling menerima opini masing-masing dan menjatuhkan hukuman yang pantas
terhadap para pelaku. Kang Seon-Na pun menyampaikan keinginannya di akhir sidang
yang membuat hati orang yang mengikuti sidang terenyuh.
Hakim Shim yang
lega akan keputusan Hakim Ketua Na Geun Hee dipanggil oleh Komite Sanksi Hakim Mahkamah
Agung dan menerima keputusan para komite. Adegan diakhiri di rumah dinas Hakim
Shim yang melihat satu per satu barang peninggalan anaknya yang masih
disimpannya dengan sangat Baik, lalu ia mengunjungi makam anaknya dan membakar
foto kenangan ia dan anaknya.
Mau nonton
filmnya? Klik aja link ini Juvenile Justice
POINT OF VIEW
Keseluruhan
ceritanya termasuk genre yang saya suka sebagai ‘reviewer’. Kasus-kasus yang
diangkat mewakili kejadian yang ada disekitar kita. Sebelum menonton film ini,
saya gak paham perbedaan antara pengadilan anak dan pengadilan pada umumnya. Yah,
bias jadi informasi tambahan ternyata di pengadilan anak itu gak ada Jaksa ya
dan rata-rata hukuman yang diberikan ada juga ya sebagai perlindungan untuk
pelaku.
Pada umumnya
kasus yang terjadi pada anak disebabkan oleh kondisi keluarga atau lingkungan
pertemanan yang tidak sehat. Pengaruh buruk orang tua seperti judi, alcoholic,
dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak bisa membuat mental breakdown pada anak. Di
lingkungan pertemanan yang tidak terpantau oleh orang tua pun menjadi penyebab
terbentuknya sifat anak. Anak-anak yang memiliki power dan money
seringkali memandang rendah temannya yang kondisinya kurang dari dia.
Episode pertama
pada film ini menarik interest saya
buat nonton episode selanjutnya. Namun dipertengahan film saya mulai merasa
konfliknya dibuat melemah. Ada beberapa adegan yang kekerasan yang dilakukan
oleh kelompok pelarian remaja terhadap Seo Yu-Ri tetapi konflik ini tidak
dilanjutkan malahan hanya berfokus pada KDRT yang dilakukan ayah Seo Yu-Ri. Ada
juga adegan dimana orang tua dari para pelaku perundungan terhadap Kwak Do-Seok
melakukan semacam rapat agar anaknya terhindar dari hukuman. Part ini juga tidak diceritakan kembali
di adegan selanjutnya.
Adegan-adegan
yang tidak dilanjutkan kembali konfliknya jadi kayak semacam missing link. Saya bingung kenapa
adegan-adegan tersebut harus ditampikan sedangkan penjelasan lebih lanjutnya
gak ada. Tapi tetap menikmati main story walau ada sedikit gereget.
Di film JUVENILE JUSTICE
ini menceritakan tentnag kehidupan Hakim Anak yang berupaya untuk mengembalikan
sifat baik dan kehidupan anak-anak pada umumnya. Ada juga cerita dimana saat
Kang Won-Jung memilih antara profesi dan keluarganya saat anaknya terlibat
dalam kasus pembocoran kunci jawaban ujian. Posisi Hakim Ketua Kang emang serba
salah ya cuy. Coba kalo kasus ini terjadi di dalam hidup kamu. Kamu bisa milih
salah satunya? Kita bisa bahas deh di kolom komentar.
Thank
you
ya buat kamu yang udah baca review film kali ini. Next kita bahas film lainnya
atau kalian mau dibahasin film apa ni?
See
you





0 komentar:
Posting Komentar