Social Icons

Jumat, 26 Oktober 2012

Dialogue me & my guardian angel




Suatu malam di atap sebuah gedung berteman hujan bintang dan cahaya lampu kota. Tempat ini begitu sepi tapi di sekelilingnya keramaian begitu terasa. Hanya ada satu manusia dan malaikat penjaganya

Zany
        Aku tahu tugasmu untuk menjagaku. Selama ini aku memang merasa kesepian walau aku dapat membuat mereka tertawa, mereka ga tahu perasaanku yang sebenarnya. Sementara kau! Kau tiba-tiba datang begitu saja! Menawarkan diri untuk menemaniku kemana saja aku mau, setiap aku kesepian kau berusaha untuk membuatku kembali tertawa Razor!

Razor (guardian angel)
        Itu memang tugasku Zan! Tugas setiap malaikat penjaga adalah untuk membuat perasaan client-nya tetap terjaga. Kami, para malaikat penjaga, selalu ada untuk umat manusia yang mempercayai keberadaan kami. Mimpi, harapan, hingga cita yang selalu mereka yakini bahwa hal tersebut akan menjadi nyata, membuat kami menampakan diri kami pada orang-orang itu.

Zany
        Aku masih mempercayai harapan dan mimpi, masih sama seperti saat aku masih bocah dulu. Tapi di usiaku saat ini, aku merasakan kesepian! Entah apa yang kurang? Secara rasional aku tak kekurangan apa-apa Razor. Aku masih mempunyai keluarga yang lengkap, masih memiliki teman-teman yang peduli, masih ada sodara-sodara yang masih dapat diajak bertengkar dan bercanda. Haha sungguh menyenangkan bukan!?

Razor
          Perasaan yang kau rasakan itu memang tak ada kurang sedikit pun Zan. Fiuh .. Awalnya pun aku merasa aneh dengan Tuhan yang mengirimkan ku untukmu. Kau ingat? Di awal pertemuan kita? Kau begitu menyebalkan! Bahkan aku sendiri tak tahu apa kekuranganmu. Kau terlihat ceria, terlihat tak memiliki beban, dan kau begitu percaya akan pertolongan Tuhan. Lalu apa yang harus aku lakukan lagi?

Zany
        (suara zany kembali melemah, terdengar sangat sedih) Ada satu yang kurang, tapi aku tak tahu apa itu? Kau dapat memberitahu ku, Razor?

Beberapa saat suara Razor tak terdengar. Mereka berdua tak mengeluarkan suara sedikit pun. Suara keramaian menjadi suara latar dari percakapan kebisuan mereka. Hingga akhirnya Zany menangis. Tangisan Zany menyayat hati Razor sang malaikat.

Razor
        Sudah Zan, tak usah kau menangis lagi! Tak ada yang perlu untuk ditangisi. Kau hanya sedang bingung. Dan sekarang kau pun membuat aku bingung Zany!

Zany
        Beritahu aku apa yang aku butuhkan saat ini???

Razor
          kau butuh cinta Zany. Kau butuh cinta yang dapat menemanimu saat kau kesepian, kau butuh cinta untuk mendengarkan cerita mu, dan kau butuh cinta yang dapat membimbingmu memahami hidup yang tak mudah.

Zany
        Tapi Rizal tak mau menoleh sedikit pun padaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Razor
        Kalau ada orang yang menyayangimu setulus hatinya, apa kau mau menerimanya?

Zany
          (wajahnya berubah menjadi terheran-heran, wajah penuh pertanyaan yang tersirat di wajah Zany) Orang lain? Siapa? Apa aku mengenalnya?

Razor
        Seberapa berharganya Rizal buatmu? Selama ini dia tak pernah menanggapimu lebih dari yang kau rasakan padanya. Kau hanya seperti serpihan kayu bekas yang terserut oleh tukang kayu. Kau hanya dianggap teman biasa olehnya Zan. Sadarlah Zan, kau lebih pantas mendapatkan orang yang lebih baik dari Rizal.

Zany
        Siapa orang itu?

Razor
        Kau benar-benar ingin mengetahuinya Zan?

Zany
        (hanya menganggukan kepala tanda dia tak mengerti apa yang dikatakan oleh Razor)

Razor
        Siapa yang kau anggap berharga buatmu Zan? Siapa yang selalu ada untukmu? Coba kau renungkan Zan!

Zany
        Orang  yang berharga untukku, keluarga ku, teman-teman ku. Siapa lagi? Yang selalu ada untukku? Ku rasa tak seorang pun

Razor
        Serius Zan !

Zany
        Baiklah aku serius, aku tak tahu, Razor

Razor
        Kau sungguh-sungguh tak tahu! Baiklah, pertama-tama kau harus siap terhadap apa yang akan kau dengarkan ini ya

Zany
        Aku siap!

Razor
        Kau takan berubah sedikit pun dengan orang yang akan ku sebutkan ini Zan

Zany
        Aku janjii, aku takan berubah sedikitpun terhadapnya dan kau adalah saksinya, Razor

Razor
        Benar? Kau akan menjaga janjiimu ini ya Zan

Zany
]       Razorrrr!!!!!!! Tak usah berlama-lama untuk mengulur waktu ku, Razor.

Seketika suara mereka berubah menjadi lelucon dan becandaan yang membuat mereka mencairkan suasana tegang sebelumnya. Menyenangkan! Inilah yang seharusnya terjadi, tak perlu terlalu lama untuk berserius yang membuat tegang otak dan otot anak manusia.

Razor
        Baiklah, cukup hentikan! Aku sudah cukup lelah. Siapkan dirimu Zan!

Zany
        Ok..Siapa orang yang beruntung itu?

Razor
        Tak usah GeeR, Zan, seharusnya kau yang merasa beruntung mendapatkannya.

Zany
        Terserah kau, Razor. Aku hanya ingin tau siapa secret admirer ku itu (dengan wajah penuh pengharapan dan senyuman yang terlihat memaksa)

Razor
        Dia adalah Razor, Malaikat penjagamu

Zany
        Jangan bercanda, aku takan terpancing oleh guyonan mu itu Razor

Razor
        Aku serius Zany!

Zany
        Sekali lagi aku katakan padamu, AKU TAKAN TERPANCING OLEH PERNYATAANMU ITU. Kau sedang bercanda kan,  bercandamu ini lumayan lucu. Aku terhibur. Hahahaha.....

Razor
        Jadi kau tak percaya padaku? aku sedang tak bercanda Zan! Tatap mataku kalau kau tak percaya

Seketika wajah serius Razor membuat Zany terdiam, waktu seolah terhenti dengan apa yang mereka lakukan. Zany tak percaya akan apa yang didengarnya, sedangkan Razor tak tahu dosa apa yang telah ia perbuat. Seketika itu pula Zany melepaskan tatapan matanya terhadap tatapan mata Razor. Dan dia melepas tawa penuh kebingungan.

Zany
        Sejak kapan kau merasakannya Razor? Aku sungguh tak percaya, peristiwa apa yang telah membuat kita dipertemukan. Aku tahu segala hal tentangmu, hingga aku tahu larangan yang ada di duniamu. Ini.....Tak mungkin terjadi kan?

Razor
        Kalau aku telah melakukan dosa, mungkin ini adalah dosa terindah yang pernah ku lakukan. Aku tak menyalahkan Tuhan, karena Ia telah mempertemukan aku denganmu. Aku lebih tersiksa dengan perasaan yang ku bawa ini bila kau tak mengetahuinya, Zan.

Mereka duduk berdampingan malam itu. Hujan bintang, suara gema memanggil Tuhan, hingga suara alam serasa menemani mereka di malam yang tak dapat terlupakan itu. Mungkin malam itu akan menjadi malam perpisahan mereka untuk selamanya antara “Manusia dan Guardian Angel”

Razor
        Zan, mungkinkah aku salah dengan apa yang telah ku sampaikan padamu? Apa salah bila seorang malaikat penjaga mencintai dan menyayangi seorang manusia yang dijaganya? Aku mulai menyadari mengapa manusia bisa tertekan dengan perasaan yang mereka rasakan. Menjadi manusia tidaklah mudah, dengan perasaan yang harus mereka tanggung. Tidak seperti kami para malaikat tak diberi perasaan, kami hanya menjalankan tugas hingga misi kami tercapai.

Zany
        Aku pun menyayangimu Razor, malaikat penjaga ku. Sempat aku takut bila harus kehilanganmu. Manusia dan malaikat memang berbeda, kami diberikan kesempatan untuk mengetahui yang baik dan yang salah, hingga perasaan pun menjadi penengah segala jalan yang akan kami ambil. Kacamata manusia dan peraturan yang ada di dunia kami tak melarang siapapun memiliki rasa. Manusia tak akan menyalahkanmu. Namun, bagaimana bila Tuhan tahu apa yang telah kau perbuat?

Razor
        Sebelum aku menyadari perasaan ini mungkin Tuhan telah tahu lebih dulu.

Zany
        Tetapi mengapa Tuhan membiarkanmu untuk merawat perasaan itu seiring waktu yang berjalan? Ini tidak adil Razor!

Razor
        Seharusnya kau bersyukur dengan apa yang kau miliki. Perasaan adalah hadiah terindah yang diberi Tuhan untuk manusia yang tak dimiliki makhluk mana pun di alam ini.

Zany
        Bila kau melanjutkannya kau harus menerima hukumannya, dengan turun dari langit dan melepaskan semua ingatan yang kau miliki selama kau menjadi malaikat. Ini belum terlambat Razor, bila kau menghentikan perasaan yang kau miliki, kau tak usah turun ke bumi dan hanya ingatan ku saja yang terhapuskan. Aku rasa itu lebih baik.

Razor
        Memiliki perasaan dengan menjadi seorang malaikat, itu lebih berat dibanding aku harus dihukum. Apa kau memiliki rasa yang sama dengan apa yang ku rasakan ini?

Zany
        Sesungguhnya aku tak ingin melihatmu tersiksa. Apa yang kau lakukan selama ini sungguh luar biasa. Aku dapat melupakan sedihku, tertawa sepuas hatiku, terlebih kau telah mengajarkan bagaimana caranya untuk menghargai perasaan yang kita miliki.

Razor
        Bila aku disuruh memilih, aku lebih memilih dihukum turun ke bumi dan menjadi manusia biasa. Dan aku berjanjii, walau ingatanku tentangmu hilang, aku yakin kita akan dipertemukan suatu hari nanti.

Zany
        ......................................................................................................................................................................................................................

Razor
        Aku hargai segala keputusanmu. (berjalan sambil meninggalkan Zany) aku tak pernah menyesal mengenalmu Zan. Selamat..............................

Zany
        Aku juga mencintai dan menyayangimu. Kau telah memilih jalanmu dan aku akan memilih jalan ku. Bila memang aku harus melupakanmu, aku tak akan melupakan segala peristiwa yang telah kita lewati bersama. Berjanjilah Razor.

Mereka saling membelakangi dan tak mampu untuk menatap satu sama lain. Perasaan yang terlambat untuk mereka sadari itu menjadi kenangan yang akan mempertemukan mereka suatu hari nanti.

Perasaan adalah anugerah yang diberikan Tuhan hanya untuk manusia. Dalam arti lain manusia adalah makhluk yang mulia dengan anugerah mutlak yang diberikan Tuhan untuk mereka. Bahkan malaikatpun menyadarinya.

- END -


0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Sample Text